Senin, 01 Desember 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Bagaimana Cara Penulisan Sumber Kutipan dan Daftar Pustaka ?

Bagaimana Cara Penulisan Sumber Kutipan dan Daftar Pustaka ? Ada banyak cara dalam menulis sebuah kutipan dan daftar pustaka, tetapi di sini saya akan menjelaskan cara menuliskannya berdasarkan “Harvard - American Psychological Association Style( Hardvard – APA Style ). I. Aturan Penulisan Sumber Kutipan : a. Sumber kutipan dapat ditulis pada awal atau akhir kutipan b. Penempatan sumber kutipan (pada awal atau akhir kutipan) tidak boleh mengaburkan bagian yang dikutip c. Nama penulis suatu sumber kutipan hanya ditulis nama belakang, diikuti tahun dan halaman sumber kutipan, dilanjutkan dengan isi teks yang dikutip. (Pencantuman halaman setelah tahun dipisahkan oleh tanda titik dua) d. Jika penulis terdiri atas dua orang, kata penghubung penulis pertama dan kedua menggunakan ”dan” (tidak menggunakan simbol ”&”; serta tidak menggunakan kata penghubung ”and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). e. Jika penulis lebih dari dua orang, hanya nama belakang penulis pertama yang ditulis sebagai sumber kutipan, diikuti et al., kemudian tahun dan halaman sumber kutipan. (Catatan: et al. dalam bahasa Latin adalah singkatan dari et alia atau et alii, dalam bahasa Inggris berarti and others, dan dalam bahasa Indonesia berarti dan kawan-kawan). f. Jika sumber kutipan merupakan literatur terjemahan (buku, artikel, dll), maka yang disebut sebagai sumber adalah nama penulis asli (bukan penerjemah), diikuti tahun penerbitan literatur asli (bukan tahun penerbitan hasil terjemahan). [Catatan: nama penerjemah hanya dinyatakan dalam daftar pustaka] g. Pencantuman halaman sumber kutipan setelah tahun bersifat wajib jika isi teks yang dikutip jelas letak halamannya II. Aturan Penulisan Daftar Pustaka : a. Sumber kutipan yang dinyatakan dalam karya ilmiah harus ada dalam Daftar Pustaka, dan sebaliknya. b. literatur yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka hanya literatur yang menjadi rujukan dan dikutip dalam karya ilmiah. c. Daftar pustaka ditulis/diketik satu spasi, berurutan secara alfabetis tanpa nomor. d. Jika literatur ditulis oleh satu orang, nama penulis ditulis nama belakangnya lebih dulu, kemudian diikuti singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah, dilanjutkan penulisan tahun, judul dan identitas lain dari literatur/pustaka yang dirujuk. e. Jika penulis lebih dari dua orang, nama penulis pertama ditulis seperti aturan “d”, dilanjutkan penulisan nama penulis kedua dan seterusnya sebagai berikut: nama depan dan nama tengah (disingkat) dilanjutkan nama belakang. [Untuk penulis kedua dan seterusnya, penulisan nama depan/tengah (singkatan) dan nama belakang tidak perlu dibalik seperti penulis pertama]. f. Penulisan daftar pustaka tidak boleh menggunakan et al. sebagai pengganti nama penulis kedua dan seterusnya (berbeda dengan penulisan sumber kutipan seperti dijelaskan pada aturan 2.1 huruf e) g. Kata penghubung seorang/beberapa penulis dengan penulis terakhir menggunakan kata “dan” (tidak menggunakan simbol “&”; serta tidak menggunakan kata penghubung “and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). h. Cara penulisan setiap daftar pustaka berbeda-beda, bergantung pada jenis literatur/pustaka yang menjadi referensi. Untuk lebih jelasnya, lihat contoh. III. Cara Penulisan Sumber Kutipan a. Jika sumber kutipan ditulis di awal kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: Dermawan (2010) menyatakan bahwa......; jika disertai dengan halaman: Dermawan (2010: 180) menyatakan bahwa......; Menurut Dermawan (2010: 180) ......... 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: Dermawan dan Khanafi (2007: 240)………… 3. Satu sumberkutipan lebih dari dua penulis: Gunawan et al. (2010: 25)……. b. Sumber kutipan ditulis di akhir kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: ............. Dermawan (2010); jika disertai dengan halaman: .......... Dermawan (2010: 180). 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: ........ Dermawan dan Khanafi (2007: 240) 3. Satu sumber kutipan lebih dari dua penulis: …….. Gunawan et al. (2010: 25) c. Dua sumber kutipan dengan penulis yang sama: Thomson (2005, 2006); jika tahun publikasi sama: Roland (2006a, 2006b). d. Sumber kutipan berupa banyak pustaka dengan penulis yang berbeda-beda: (Yermack, 1997; Aboody dan Kasznik, 2000; Guan et al., 2000). e. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu lembaga atau badan tertentu: Badan Pusat Statistik (2006); Ikatan Akuntan Indonesia (2011); Financial Accounting Standard Board (1984). f. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu peraturan atau undangundang: Undang-Undang No. 12 Tahun 2012.......; Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2010......; Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45...... g. Kutipan berasal dari sumber kedua: Scott (2000) dalam Asyik (2009: 23).......; Arthur Levitt (lihat Riharjo, 2008: 21).....; Andayani (2002) seperti dikutip Herlina (2009: 16).... [Catatan: daftar pustaka hanya mencantumkan referensi yang merupakan sumber kedua]. IV. Cara Penulisan Daftar Pustaka : a. Buku Teks Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi buku, nama penerbit, kota penerbit. [Jika ada dua penulis atau lebih, lihat aturan penulisan daftar pustaka di atas huruf e). Contoh: Merna T. dan F. F. Al-Thani. 2008. Corporate Risk Management. 2nd ed. John Welly and Sons Ltd. England. b. Buku Terbitan Lembaga/Badan/Organisasi Aturan penulisan: nama lembaga/badan/organisasi, tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi/cetakan, nama penerbit, kota penerbit. Contoh: Badan Pusat Statistik. 2013. Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi. Januari. BPS Jawa Timur. Surabaya. c. Makalah Pidato Ilmiah dan semacamnya Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul, sifat/tujuan makalah (cetak miring), nama kegiatan, tanggal kegiatan, kota tempat kegiatan. Contoh: Raka, G. 2003. Menggarisbawahi Peran Idealisme, Karakter dan Komunitas dalam Transformasi Institusi. Makalah Orasi Ilmiah. Sidang Terbuka Senat Peringatan Dies Natalis ke-44 Institut Teknologi Bandung. 2 Maret. Bandung. d. Artikel dari Majalah atau Surat Kabar Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul artikel (cetak miring), nama majalah/surat kabar, tanggal, halaman, kota penerbit. Contoh: Mangunwijaya, Y.B. 1992. Pendidikan Manusia Merdeka. Harian Kompas. 11 Agustus. Halaman 15. Jakarta.

Make Money at : http://bit.ly/copy_win
Bagaimana Cara Penulisan Sumber Kutipan dan Daftar Pustaka ? Ada banyak cara dalam menulis sebuah kutipan dan daftar pustaka, tetapi di sini saya akan menjelaskan cara menuliskannya berdasarkan “Harvard - American Psychological Association Style( Hardvard – APA Style ). I. Aturan Penulisan Sumber Kutipan : a. Sumber kutipan dapat ditulis pada awal atau akhir kutipan b. Penempatan sumber kutipan (pada awal atau akhir kutipan) tidak boleh mengaburkan bagian yang dikutip c. Nama penulis suatu sumber kutipan hanya ditulis nama belakang, diikuti tahun dan halaman sumber kutipan, dilanjutkan dengan isi teks yang dikutip. (Pencantuman halaman setelah tahun dipisahkan oleh tanda titik dua) d. Jika penulis terdiri atas dua orang, kata penghubung penulis pertama dan kedua menggunakan ”dan” (tidak menggunakan simbol ”&”; serta tidak menggunakan kata penghubung ”and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). e. Jika penulis lebih dari dua orang, hanya nama belakang penulis pertama yang ditulis sebagai sumber kutipan, diikuti et al., kemudian tahun dan halaman sumber kutipan. (Catatan: et al. dalam bahasa Latin adalah singkatan dari et alia atau et alii, dalam bahasa Inggris berarti and others, dan dalam bahasa Indonesia berarti dan kawan-kawan). f. Jika sumber kutipan merupakan literatur terjemahan (buku, artikel, dll), maka yang disebut sebagai sumber adalah nama penulis asli (bukan penerjemah), diikuti tahun penerbitan literatur asli (bukan tahun penerbitan hasil terjemahan). [Catatan: nama penerjemah hanya dinyatakan dalam daftar pustaka] g. Pencantuman halaman sumber kutipan setelah tahun bersifat wajib jika isi teks yang dikutip jelas letak halamannya II. Aturan Penulisan Daftar Pustaka : a. Sumber kutipan yang dinyatakan dalam karya ilmiah harus ada dalam Daftar Pustaka, dan sebaliknya. b. literatur yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka hanya literatur yang menjadi rujukan dan dikutip dalam karya ilmiah. c. Daftar pustaka ditulis/diketik satu spasi, berurutan secara alfabetis tanpa nomor. d. Jika literatur ditulis oleh satu orang, nama penulis ditulis nama belakangnya lebih dulu, kemudian diikuti singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah, dilanjutkan penulisan tahun, judul dan identitas lain dari literatur/pustaka yang dirujuk. e. Jika penulis lebih dari dua orang, nama penulis pertama ditulis seperti aturan “d”, dilanjutkan penulisan nama penulis kedua dan seterusnya sebagai berikut: nama depan dan nama tengah (disingkat) dilanjutkan nama belakang. [Untuk penulis kedua dan seterusnya, penulisan nama depan/tengah (singkatan) dan nama belakang tidak perlu dibalik seperti penulis pertama]. f. Penulisan daftar pustaka tidak boleh menggunakan et al. sebagai pengganti nama penulis kedua dan seterusnya (berbeda dengan penulisan sumber kutipan seperti dijelaskan pada aturan 2.1 huruf e) g. Kata penghubung seorang/beberapa penulis dengan penulis terakhir menggunakan kata “dan” (tidak menggunakan simbol “&”; serta tidak menggunakan kata penghubung “and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). h. Cara penulisan setiap daftar pustaka berbeda-beda, bergantung pada jenis literatur/pustaka yang menjadi referensi. Untuk lebih jelasnya, lihat contoh. III. Cara Penulisan Sumber Kutipan a. Jika sumber kutipan ditulis di awal kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: Dermawan (2010) menyatakan bahwa......; jika disertai dengan halaman: Dermawan (2010: 180) menyatakan bahwa......; Menurut Dermawan (2010: 180) ......... 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: Dermawan dan Khanafi (2007: 240)………… 3. Satu sumberkutipan lebih dari dua penulis: Gunawan et al. (2010: 25)……. b. Sumber kutipan ditulis di akhir kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: ............. Dermawan (2010); jika disertai dengan halaman: .......... Dermawan (2010: 180). 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: ........ Dermawan dan Khanafi (2007: 240) 3. Satu sumber kutipan lebih dari dua penulis: …….. Gunawan et al. (2010: 25) c. Dua sumber kutipan dengan penulis yang sama: Thomson (2005, 2006); jika tahun publikasi sama: Roland (2006a, 2006b). d. Sumber kutipan berupa banyak pustaka dengan penulis yang berbeda-beda: (Yermack, 1997; Aboody dan Kasznik, 2000; Guan et al., 2000). e. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu lembaga atau badan tertentu: Badan Pusat Statistik (2006); Ikatan Akuntan Indonesia (2011); Financial Accounting Standard Board (1984). f. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu peraturan atau undangundang: Undang-Undang No. 12 Tahun 2012.......; Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2010......; Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45...... g. Kutipan berasal dari sumber kedua: Scott (2000) dalam Asyik (2009: 23).......; Arthur Levitt (lihat Riharjo, 2008: 21).....; Andayani (2002) seperti dikutip Herlina (2009: 16).... [Catatan: daftar pustaka hanya mencantumkan referensi yang merupakan sumber kedua]. IV. Cara Penulisan Daftar Pustaka : a. Buku Teks Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi buku, nama penerbit, kota penerbit. [Jika ada dua penulis atau lebih, lihat aturan penulisan daftar pustaka di atas huruf e). Contoh: Merna T. dan F. F. Al-Thani. 2008. Corporate Risk Management. 2nd ed. John Welly and Sons Ltd. England. b. Buku Terbitan Lembaga/Badan/Organisasi Aturan penulisan: nama lembaga/badan/organisasi, tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi/cetakan, nama penerbit, kota penerbit. Contoh: Badan Pusat Statistik. 2013. Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi. Januari. BPS Jawa Timur. Surabaya. c. Makalah Pidato Ilmiah dan semacamnya Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul, sifat/tujuan makalah (cetak miring), nama kegiatan, tanggal kegiatan, kota tempat kegiatan. Contoh: Raka, G. 2003. Menggarisbawahi Peran Idealisme, Karakter dan Komunitas dalam Transformasi Institusi. Makalah Orasi Ilmiah. Sidang Terbuka Senat Peringatan Dies Natalis ke-44 Institut Teknologi Bandung. 2 Maret. Bandung. d. Artikel dari Majalah atau Surat Kabar Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul artikel (cetak miring), nama majalah/surat kabar, tanggal, halaman, kota penerbit. Contoh: Mangunwijaya, Y.B. 1992. Pendidikan Manusia Merdeka. Harian Kompas. 11 Agustus. Halaman 15. Jakarta.

Make Money at : http://bit.ly/copy_win
Bagaimana Cara Penulisan Sumber Kutipan dan Daftar Pustaka ? Ada banyak cara dalam menulis sebuah kutipan dan daftar pustaka, tetapi di sini saya akan menjelaskan cara menuliskannya berdasarkan “Harvard - American Psychological Association Style( Hardvard – APA Style ). I. Aturan Penulisan Sumber Kutipan : a. Sumber kutipan dapat ditulis pada awal atau akhir kutipan b. Penempatan sumber kutipan (pada awal atau akhir kutipan) tidak boleh mengaburkan bagian yang dikutip c. Nama penulis suatu sumber kutipan hanya ditulis nama belakang, diikuti tahun dan halaman sumber kutipan, dilanjutkan dengan isi teks yang dikutip. (Pencantuman halaman setelah tahun dipisahkan oleh tanda titik dua) d. Jika penulis terdiri atas dua orang, kata penghubung penulis pertama dan kedua menggunakan ”dan” (tidak menggunakan simbol ”&”; serta tidak menggunakan kata penghubung ”and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). e. Jika penulis lebih dari dua orang, hanya nama belakang penulis pertama yang ditulis sebagai sumber kutipan, diikuti et al., kemudian tahun dan halaman sumber kutipan. (Catatan: et al. dalam bahasa Latin adalah singkatan dari et alia atau et alii, dalam bahasa Inggris berarti and others, dan dalam bahasa Indonesia berarti dan kawan-kawan). f. Jika sumber kutipan merupakan literatur terjemahan (buku, artikel, dll), maka yang disebut sebagai sumber adalah nama penulis asli (bukan penerjemah), diikuti tahun penerbitan literatur asli (bukan tahun penerbitan hasil terjemahan). [Catatan: nama penerjemah hanya dinyatakan dalam daftar pustaka] g. Pencantuman halaman sumber kutipan setelah tahun bersifat wajib jika isi teks yang dikutip jelas letak halamannya II. Aturan Penulisan Daftar Pustaka : a. Sumber kutipan yang dinyatakan dalam karya ilmiah harus ada dalam Daftar Pustaka, dan sebaliknya. b. literatur yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka hanya literatur yang menjadi rujukan dan dikutip dalam karya ilmiah. c. Daftar pustaka ditulis/diketik satu spasi, berurutan secara alfabetis tanpa nomor. d. Jika literatur ditulis oleh satu orang, nama penulis ditulis nama belakangnya lebih dulu, kemudian diikuti singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah, dilanjutkan penulisan tahun, judul dan identitas lain dari literatur/pustaka yang dirujuk. e. Jika penulis lebih dari dua orang, nama penulis pertama ditulis seperti aturan “d”, dilanjutkan penulisan nama penulis kedua dan seterusnya sebagai berikut: nama depan dan nama tengah (disingkat) dilanjutkan nama belakang. [Untuk penulis kedua dan seterusnya, penulisan nama depan/tengah (singkatan) dan nama belakang tidak perlu dibalik seperti penulis pertama]. f. Penulisan daftar pustaka tidak boleh menggunakan et al. sebagai pengganti nama penulis kedua dan seterusnya (berbeda dengan penulisan sumber kutipan seperti dijelaskan pada aturan 2.1 huruf e) g. Kata penghubung seorang/beberapa penulis dengan penulis terakhir menggunakan kata “dan” (tidak menggunakan simbol “&”; serta tidak menggunakan kata penghubung “and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). h. Cara penulisan setiap daftar pustaka berbeda-beda, bergantung pada jenis literatur/pustaka yang menjadi referensi. Untuk lebih jelasnya, lihat contoh. III. Cara Penulisan Sumber Kutipan a. Jika sumber kutipan ditulis di awal kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: Dermawan (2010) menyatakan bahwa......; jika disertai dengan halaman: Dermawan (2010: 180) menyatakan bahwa......; Menurut Dermawan (2010: 180) ......... 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: Dermawan dan Khanafi (2007: 240)………… 3. Satu sumberkutipan lebih dari dua penulis: Gunawan et al. (2010: 25)……. b. Sumber kutipan ditulis di akhir kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: ............. Dermawan (2010); jika disertai dengan halaman: .......... Dermawan (2010: 180). 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: ........ Dermawan dan Khanafi (2007: 240) 3. Satu sumber kutipan lebih dari dua penulis: …….. Gunawan et al. (2010: 25) c. Dua sumber kutipan dengan penulis yang sama: Thomson (2005, 2006); jika tahun publikasi sama: Roland (2006a, 2006b). d. Sumber kutipan berupa banyak pustaka dengan penulis yang berbeda-beda: (Yermack, 1997; Aboody dan Kasznik, 2000; Guan et al., 2000). e. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu lembaga atau badan tertentu: Badan Pusat Statistik (2006); Ikatan Akuntan Indonesia (2011); Financial Accounting Standard Board (1984). f. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu peraturan atau undangundang: Undang-Undang No. 12 Tahun 2012.......; Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2010......; Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45...... g. Kutipan berasal dari sumber kedua: Scott (2000) dalam Asyik (2009: 23).......; Arthur Levitt (lihat Riharjo, 2008: 21).....; Andayani (2002) seperti dikutip Herlina (2009: 16).... [Catatan: daftar pustaka hanya mencantumkan referensi yang merupakan sumber kedua]. IV. Cara Penulisan Daftar Pustaka : a. Buku Teks Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi buku, nama penerbit, kota penerbit. [Jika ada dua penulis atau lebih, lihat aturan penulisan daftar pustaka di atas huruf e). Contoh: Merna T. dan F. F. Al-Thani. 2008. Corporate Risk Management. 2nd ed. John Welly and Sons Ltd. England. b. Buku Terbitan Lembaga/Badan/Organisasi Aturan penulisan: nama lembaga/badan/organisasi, tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi/cetakan, nama penerbit, kota penerbit. Contoh: Badan Pusat Statistik. 2013. Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi. Januari. BPS Jawa Timur. Surabaya. c. Makalah Pidato Ilmiah dan semacamnya Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul, sifat/tujuan makalah (cetak miring), nama kegiatan, tanggal kegiatan, kota tempat kegiatan. Contoh: Raka, G. 2003. Menggarisbawahi Peran Idealisme, Karakter dan Komunitas dalam Transformasi Institusi. Makalah Orasi Ilmiah. Sidang Terbuka Senat Peringatan Dies Natalis ke-44 Institut Teknologi Bandung. 2 Maret. Bandung. d. Artikel dari Majalah atau Surat Kabar Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul artikel (cetak miring), nama majalah/surat kabar, tanggal, halaman, kota penerbit. Contoh: Mangunwijaya, Y.B. 1992. Pendidikan Manusia Merdeka. Harian Kompas. 11 Agustus. Halaman 15. Jakarta.

Make Money at : http://bit.ly/copy_win
Bagaimana Cara Penulisan Sumber Kutipan dan Daftar Pustaka ? Ada banyak cara dalam menulis sebuah kutipan dan daftar pustaka, tetapi di sini saya akan menjelaskan cara menuliskannya berdasarkan “Harvard - American Psychological Association Style( Hardvard – APA Style ). I. Aturan Penulisan Sumber Kutipan : a. Sumber kutipan dapat ditulis pada awal atau akhir kutipan b. Penempatan sumber kutipan (pada awal atau akhir kutipan) tidak boleh mengaburkan bagian yang dikutip c. Nama penulis suatu sumber kutipan hanya ditulis nama belakang, diikuti tahun dan halaman sumber kutipan, dilanjutkan dengan isi teks yang dikutip. (Pencantuman halaman setelah tahun dipisahkan oleh tanda titik dua) d. Jika penulis terdiri atas dua orang, kata penghubung penulis pertama dan kedua menggunakan ”dan” (tidak menggunakan simbol ”&”; serta tidak menggunakan kata penghubung ”and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). e. Jika penulis lebih dari dua orang, hanya nama belakang penulis pertama yang ditulis sebagai sumber kutipan, diikuti et al., kemudian tahun dan halaman sumber kutipan. (Catatan: et al. dalam bahasa Latin adalah singkatan dari et alia atau et alii, dalam bahasa Inggris berarti and others, dan dalam bahasa Indonesia berarti dan kawan-kawan). f. Jika sumber kutipan merupakan literatur terjemahan (buku, artikel, dll), maka yang disebut sebagai sumber adalah nama penulis asli (bukan penerjemah), diikuti tahun penerbitan literatur asli (bukan tahun penerbitan hasil terjemahan). [Catatan: nama penerjemah hanya dinyatakan dalam daftar pustaka] g. Pencantuman halaman sumber kutipan setelah tahun bersifat wajib jika isi teks yang dikutip jelas letak halamannya II. Aturan Penulisan Daftar Pustaka : a. Sumber kutipan yang dinyatakan dalam karya ilmiah harus ada dalam Daftar Pustaka, dan sebaliknya. b. literatur yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka hanya literatur yang menjadi rujukan dan dikutip dalam karya ilmiah. c. Daftar pustaka ditulis/diketik satu spasi, berurutan secara alfabetis tanpa nomor. d. Jika literatur ditulis oleh satu orang, nama penulis ditulis nama belakangnya lebih dulu, kemudian diikuti singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah, dilanjutkan penulisan tahun, judul dan identitas lain dari literatur/pustaka yang dirujuk. e. Jika penulis lebih dari dua orang, nama penulis pertama ditulis seperti aturan “d”, dilanjutkan penulisan nama penulis kedua dan seterusnya sebagai berikut: nama depan dan nama tengah (disingkat) dilanjutkan nama belakang. [Untuk penulis kedua dan seterusnya, penulisan nama depan/tengah (singkatan) dan nama belakang tidak perlu dibalik seperti penulis pertama]. f. Penulisan daftar pustaka tidak boleh menggunakan et al. sebagai pengganti nama penulis kedua dan seterusnya (berbeda dengan penulisan sumber kutipan seperti dijelaskan pada aturan 2.1 huruf e) g. Kata penghubung seorang/beberapa penulis dengan penulis terakhir menggunakan kata “dan” (tidak menggunakan simbol “&”; serta tidak menggunakan kata penghubung “and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). h. Cara penulisan setiap daftar pustaka berbeda-beda, bergantung pada jenis literatur/pustaka yang menjadi referensi. Untuk lebih jelasnya, lihat contoh. III. Cara Penulisan Sumber Kutipan a. Jika sumber kutipan ditulis di awal kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: Dermawan (2010) menyatakan bahwa......; jika disertai dengan halaman: Dermawan (2010: 180) menyatakan bahwa......; Menurut Dermawan (2010: 180) ......... 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: Dermawan dan Khanafi (2007: 240)………… 3. Satu sumberkutipan lebih dari dua penulis: Gunawan et al. (2010: 25)……. b. Sumber kutipan ditulis di akhir kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: ............. Dermawan (2010); jika disertai dengan halaman: .......... Dermawan (2010: 180). 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: ........ Dermawan dan Khanafi (2007: 240) 3. Satu sumber kutipan lebih dari dua penulis: …….. Gunawan et al. (2010: 25) c. Dua sumber kutipan dengan penulis yang sama: Thomson (2005, 2006); jika tahun publikasi sama: Roland (2006a, 2006b). d. Sumber kutipan berupa banyak pustaka dengan penulis yang berbeda-beda: (Yermack, 1997; Aboody dan Kasznik, 2000; Guan et al., 2000). e. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu lembaga atau badan tertentu: Badan Pusat Statistik (2006); Ikatan Akuntan Indonesia (2011); Financial Accounting Standard Board (1984). f. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu peraturan atau undangundang: Undang-Undang No. 12 Tahun 2012.......; Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2010......; Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45...... g. Kutipan berasal dari sumber kedua: Scott (2000) dalam Asyik (2009: 23).......; Arthur Levitt (lihat Riharjo, 2008: 21).....; Andayani (2002) seperti dikutip Herlina (2009: 16).... [Catatan: daftar pustaka hanya mencantumkan referensi yang merupakan sumber kedua]. IV. Cara Penulisan Daftar Pustaka : a. Buku Teks Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi buku, nama penerbit, kota penerbit. [Jika ada dua penulis atau lebih, lihat aturan penulisan daftar pustaka di atas huruf e). Contoh: Merna T. dan F. F. Al-Thani. 2008. Corporate Risk Management. 2nd ed. John Welly and Sons Ltd. England. b. Buku Terbitan Lembaga/Badan/Organisasi Aturan penulisan: nama lembaga/badan/organisasi, tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi/cetakan, nama penerbit, kota penerbit. Contoh: Badan Pusat Statistik. 2013. Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi. Januari. BPS Jawa Timur. Surabaya. c. Makalah Pidato Ilmiah dan semacamnya Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul, sifat/tujuan makalah (cetak miring), nama kegiatan, tanggal kegiatan, kota tempat kegiatan. Contoh: Raka, G. 2003. Menggarisbawahi Peran Idealisme, Karakter dan Komunitas dalam Transformasi Institusi. Makalah Orasi Ilmiah. Sidang Terbuka Senat Peringatan Dies Natalis ke-44 Institut Teknologi Bandung. 2 Maret. Bandung. d. Artikel dari Majalah atau Surat Kabar Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul artikel (cetak miring), nama majalah/surat kabar, tanggal, halaman, kota penerbit. Contoh: Mangunwijaya, Y.B. 1992. Pendidikan Manusia Merdeka. Harian Kompas. 11 Agustus. Halaman 15. Jakarta.

Make Money at : http://bit.ly/copy_win
Bagaimana Cara Penulisan Sumber Kutipan dan Daftar Pustaka ? Ada banyak cara dalam menulis sebuah kutipan dan daftar pustaka, tetapi di sini saya akan menjelaskan cara menuliskannya berdasarkan “Harvard - American Psychological Association Style( Hardvard – APA Style ). I. Aturan Penulisan Sumber Kutipan : a. Sumber kutipan dapat ditulis pada awal atau akhir kutipan b. Penempatan sumber kutipan (pada awal atau akhir kutipan) tidak boleh mengaburkan bagian yang dikutip c. Nama penulis suatu sumber kutipan hanya ditulis nama belakang, diikuti tahun dan halaman sumber kutipan, dilanjutkan dengan isi teks yang dikutip. (Pencantuman halaman setelah tahun dipisahkan oleh tanda titik dua) d. Jika penulis terdiri atas dua orang, kata penghubung penulis pertama dan kedua menggunakan ”dan” (tidak menggunakan simbol ”&”; serta tidak menggunakan kata penghubung ”and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). e. Jika penulis lebih dari dua orang, hanya nama belakang penulis pertama yang ditulis sebagai sumber kutipan, diikuti et al., kemudian tahun dan halaman sumber kutipan. (Catatan: et al. dalam bahasa Latin adalah singkatan dari et alia atau et alii, dalam bahasa Inggris berarti and others, dan dalam bahasa Indonesia berarti dan kawan-kawan). f. Jika sumber kutipan merupakan literatur terjemahan (buku, artikel, dll), maka yang disebut sebagai sumber adalah nama penulis asli (bukan penerjemah), diikuti tahun penerbitan literatur asli (bukan tahun penerbitan hasil terjemahan). [Catatan: nama penerjemah hanya dinyatakan dalam daftar pustaka] g. Pencantuman halaman sumber kutipan setelah tahun bersifat wajib jika isi teks yang dikutip jelas letak halamannya II. Aturan Penulisan Daftar Pustaka : a. Sumber kutipan yang dinyatakan dalam karya ilmiah harus ada dalam Daftar Pustaka, dan sebaliknya. b. literatur yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka hanya literatur yang menjadi rujukan dan dikutip dalam karya ilmiah. c. Daftar pustaka ditulis/diketik satu spasi, berurutan secara alfabetis tanpa nomor. d. Jika literatur ditulis oleh satu orang, nama penulis ditulis nama belakangnya lebih dulu, kemudian diikuti singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah, dilanjutkan penulisan tahun, judul dan identitas lain dari literatur/pustaka yang dirujuk. e. Jika penulis lebih dari dua orang, nama penulis pertama ditulis seperti aturan “d”, dilanjutkan penulisan nama penulis kedua dan seterusnya sebagai berikut: nama depan dan nama tengah (disingkat) dilanjutkan nama belakang. [Untuk penulis kedua dan seterusnya, penulisan nama depan/tengah (singkatan) dan nama belakang tidak perlu dibalik seperti penulis pertama]. f. Penulisan daftar pustaka tidak boleh menggunakan et al. sebagai pengganti nama penulis kedua dan seterusnya (berbeda dengan penulisan sumber kutipan seperti dijelaskan pada aturan 2.1 huruf e) g. Kata penghubung seorang/beberapa penulis dengan penulis terakhir menggunakan kata “dan” (tidak menggunakan simbol “&”; serta tidak menggunakan kata penghubung “and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). h. Cara penulisan setiap daftar pustaka berbeda-beda, bergantung pada jenis literatur/pustaka yang menjadi referensi. Untuk lebih jelasnya, lihat contoh. III. Cara Penulisan Sumber Kutipan a. Jika sumber kutipan ditulis di awal kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: Dermawan (2010) menyatakan bahwa......; jika disertai dengan halaman: Dermawan (2010: 180) menyatakan bahwa......; Menurut Dermawan (2010: 180) ......... 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: Dermawan dan Khanafi (2007: 240)………… 3. Satu sumberkutipan lebih dari dua penulis: Gunawan et al. (2010: 25)……. b. Sumber kutipan ditulis di akhir kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: ............. Dermawan (2010); jika disertai dengan halaman: .......... Dermawan (2010: 180). 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: ........ Dermawan dan Khanafi (2007: 240) 3. Satu sumber kutipan lebih dari dua penulis: …….. Gunawan et al. (2010: 25) c. Dua sumber kutipan dengan penulis yang sama: Thomson (2005, 2006); jika tahun publikasi sama: Roland (2006a, 2006b). d. Sumber kutipan berupa banyak pustaka dengan penulis yang berbeda-beda: (Yermack, 1997; Aboody dan Kasznik, 2000; Guan et al., 2000). e. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu lembaga atau badan tertentu: Badan Pusat Statistik (2006); Ikatan Akuntan Indonesia (2011); Financial Accounting Standard Board (1984). f. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu peraturan atau undangundang: Undang-Undang No. 12 Tahun 2012.......; Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2010......; Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45...... g. Kutipan berasal dari sumber kedua: Scott (2000) dalam Asyik (2009: 23).......; Arthur Levitt (lihat Riharjo, 2008: 21).....; Andayani (2002) seperti dikutip Herlina (2009: 16).... [Catatan: daftar pustaka hanya mencantumkan referensi yang merupakan sumber kedua]. IV. Cara Penulisan Daftar Pustaka : a. Buku Teks Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi buku, nama penerbit, kota penerbit. [Jika ada dua penulis atau lebih, lihat aturan penulisan daftar pustaka di atas huruf e). Contoh: Merna T. dan F. F. Al-Thani. 2008. Corporate Risk Management. 2nd ed. John Welly and Sons Ltd. England. b. Buku Terbitan Lembaga/Badan/Organisasi Aturan penulisan: nama lembaga/badan/organisasi, tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi/cetakan, nama penerbit, kota penerbit. Contoh: Badan Pusat Statistik. 2013. Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi. Januari. BPS Jawa Timur. Surabaya. c. Makalah Pidato Ilmiah dan semacamnya Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul, sifat/tujuan makalah (cetak miring), nama kegiatan, tanggal kegiatan, kota tempat kegiatan. Contoh: Raka, G. 2003. Menggarisbawahi Peran Idealisme, Karakter dan Komunitas dalam Transformasi Institusi. Makalah Orasi Ilmiah. Sidang Terbuka Senat Peringatan Dies Natalis ke-44 Institut Teknologi Bandung. 2 Maret. Bandung. d. Artikel dari Majalah atau Surat Kabar Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul artikel (cetak miring), nama majalah/surat kabar, tanggal, halaman, kota penerbit. Contoh: Mangunwijaya, Y.B. 1992. Pendidikan Manusia Merdeka. Harian Kompas. 11 Agustus. Halaman 15. Jakarta.

Make Money at : http://bit.ly/copy_win
Bagaimana Cara Penulisan Sumber Kutipan dan Daftar Pustaka ? Ada banyak cara dalam menulis sebuah kutipan dan daftar pustaka, tetapi di sini saya akan menjelaskan cara menuliskannya berdasarkan “Harvard - American Psychological Association Style( Hardvard – APA Style ). I. Aturan Penulisan Sumber Kutipan : a. Sumber kutipan dapat ditulis pada awal atau akhir kutipan b. Penempatan sumber kutipan (pada awal atau akhir kutipan) tidak boleh mengaburkan bagian yang dikutip c. Nama penulis suatu sumber kutipan hanya ditulis nama belakang, diikuti tahun dan halaman sumber kutipan, dilanjutkan dengan isi teks yang dikutip. (Pencantuman halaman setelah tahun dipisahkan oleh tanda titik dua) d. Jika penulis terdiri atas dua orang, kata penghubung penulis pertama dan kedua menggunakan ”dan” (tidak menggunakan simbol ”&”; serta tidak menggunakan kata penghubung ”and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). e. Jika penulis lebih dari dua orang, hanya nama belakang penulis pertama yang ditulis sebagai sumber kutipan, diikuti et al., kemudian tahun dan halaman sumber kutipan. (Catatan: et al. dalam bahasa Latin adalah singkatan dari et alia atau et alii, dalam bahasa Inggris berarti and others, dan dalam bahasa Indonesia berarti dan kawan-kawan). f. Jika sumber kutipan merupakan literatur terjemahan (buku, artikel, dll), maka yang disebut sebagai sumber adalah nama penulis asli (bukan penerjemah), diikuti tahun penerbitan literatur asli (bukan tahun penerbitan hasil terjemahan). [Catatan: nama penerjemah hanya dinyatakan dalam daftar pustaka] g. Pencantuman halaman sumber kutipan setelah tahun bersifat wajib jika isi teks yang dikutip jelas letak halamannya II. Aturan Penulisan Daftar Pustaka : a. Sumber kutipan yang dinyatakan dalam karya ilmiah harus ada dalam Daftar Pustaka, dan sebaliknya. b. literatur yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka hanya literatur yang menjadi rujukan dan dikutip dalam karya ilmiah. c. Daftar pustaka ditulis/diketik satu spasi, berurutan secara alfabetis tanpa nomor. d. Jika literatur ditulis oleh satu orang, nama penulis ditulis nama belakangnya lebih dulu, kemudian diikuti singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah, dilanjutkan penulisan tahun, judul dan identitas lain dari literatur/pustaka yang dirujuk. e. Jika penulis lebih dari dua orang, nama penulis pertama ditulis seperti aturan “d”, dilanjutkan penulisan nama penulis kedua dan seterusnya sebagai berikut: nama depan dan nama tengah (disingkat) dilanjutkan nama belakang. [Untuk penulis kedua dan seterusnya, penulisan nama depan/tengah (singkatan) dan nama belakang tidak perlu dibalik seperti penulis pertama]. f. Penulisan daftar pustaka tidak boleh menggunakan et al. sebagai pengganti nama penulis kedua dan seterusnya (berbeda dengan penulisan sumber kutipan seperti dijelaskan pada aturan 2.1 huruf e) g. Kata penghubung seorang/beberapa penulis dengan penulis terakhir menggunakan kata “dan” (tidak menggunakan simbol “&”; serta tidak menggunakan kata penghubung “and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). h. Cara penulisan setiap daftar pustaka berbeda-beda, bergantung pada jenis literatur/pustaka yang menjadi referensi. Untuk lebih jelasnya, lihat contoh. III. Cara Penulisan Sumber Kutipan a. Jika sumber kutipan ditulis di awal kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: Dermawan (2010) menyatakan bahwa......; jika disertai dengan halaman: Dermawan (2010: 180) menyatakan bahwa......; Menurut Dermawan (2010: 180) ......... 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: Dermawan dan Khanafi (2007: 240)………… 3. Satu sumberkutipan lebih dari dua penulis: Gunawan et al. (2010: 25)……. b. Sumber kutipan ditulis di akhir kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: ............. Dermawan (2010); jika disertai dengan halaman: .......... Dermawan (2010: 180). 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: ........ Dermawan dan Khanafi (2007: 240) 3. Satu sumber kutipan lebih dari dua penulis: …….. Gunawan et al. (2010: 25) c. Dua sumber kutipan dengan penulis yang sama: Thomson (2005, 2006); jika tahun publikasi sama: Roland (2006a, 2006b). d. Sumber kutipan berupa banyak pustaka dengan penulis yang berbeda-beda: (Yermack, 1997; Aboody dan Kasznik, 2000; Guan et al., 2000). e. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu lembaga atau badan tertentu: Badan Pusat Statistik (2006); Ikatan Akuntan Indonesia (2011); Financial Accounting Standard Board (1984). f. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu peraturan atau undangundang: Undang-Undang No. 12 Tahun 2012.......; Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2010......; Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45...... g. Kutipan berasal dari sumber kedua: Scott (2000) dalam Asyik (2009: 23).......; Arthur Levitt (lihat Riharjo, 2008: 21).....; Andayani (2002) seperti dikutip Herlina (2009: 16).... [Catatan: daftar pustaka hanya mencantumkan referensi yang merupakan sumber kedua]. IV. Cara Penulisan Daftar Pustaka : a. Buku Teks Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi buku, nama penerbit, kota penerbit. [Jika ada dua penulis atau lebih, lihat aturan penulisan daftar pustaka di atas huruf e). Contoh: Merna T. dan F. F. Al-Thani. 2008. Corporate Risk Management. 2nd ed. John Welly and Sons Ltd. England. b. Buku Terbitan Lembaga/Badan/Organisasi Aturan penulisan: nama lembaga/badan/organisasi, tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi/cetakan, nama penerbit, kota penerbit. Contoh: Badan Pusat Statistik. 2013. Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi. Januari. BPS Jawa Timur. Surabaya. c. Makalah Pidato Ilmiah dan semacamnya Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul, sifat/tujuan makalah (cetak miring), nama kegiatan, tanggal kegiatan, kota tempat kegiatan. Contoh: Raka, G. 2003. Menggarisbawahi Peran Idealisme, Karakter dan Komunitas dalam Transformasi Institusi. Makalah Orasi Ilmiah. Sidang Terbuka Senat Peringatan Dies Natalis ke-44 Institut Teknologi Bandung. 2 Maret. Bandung. d. Artikel dari Majalah atau Surat Kabar Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul artikel (cetak miring), nama majalah/surat kabar, tanggal, halaman, kota penerbit. Contoh: Mangunwijaya, Y.B. 1992. Pendidikan Manusia Merdeka. Harian Kompas. 11 Agustus. Halaman 15. Jakarta.

Make Money at : http://bit.ly/copy_win
Bagaimana Cara Penulisan Sumber Kutipan dan Daftar Pustaka ? Ada banyak cara dalam menulis sebuah kutipan dan daftar pustaka, tetapi di sini saya akan menjelaskan cara menuliskannya berdasarkan “Harvard - American Psychological Association Style( Hardvard – APA Style ). I. Aturan Penulisan Sumber Kutipan : a. Sumber kutipan dapat ditulis pada awal atau akhir kutipan b. Penempatan sumber kutipan (pada awal atau akhir kutipan) tidak boleh mengaburkan bagian yang dikutip c. Nama penulis suatu sumber kutipan hanya ditulis nama belakang, diikuti tahun dan halaman sumber kutipan, dilanjutkan dengan isi teks yang dikutip. (Pencantuman halaman setelah tahun dipisahkan oleh tanda titik dua) d. Jika penulis terdiri atas dua orang, kata penghubung penulis pertama dan kedua menggunakan ”dan” (tidak menggunakan simbol ”&”; serta tidak menggunakan kata penghubung ”and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). e. Jika penulis lebih dari dua orang, hanya nama belakang penulis pertama yang ditulis sebagai sumber kutipan, diikuti et al., kemudian tahun dan halaman sumber kutipan. (Catatan: et al. dalam bahasa Latin adalah singkatan dari et alia atau et alii, dalam bahasa Inggris berarti and others, dan dalam bahasa Indonesia berarti dan kawan-kawan). f. Jika sumber kutipan merupakan literatur terjemahan (buku, artikel, dll), maka yang disebut sebagai sumber adalah nama penulis asli (bukan penerjemah), diikuti tahun penerbitan literatur asli (bukan tahun penerbitan hasil terjemahan). [Catatan: nama penerjemah hanya dinyatakan dalam daftar pustaka] g. Pencantuman halaman sumber kutipan setelah tahun bersifat wajib jika isi teks yang dikutip jelas letak halamannya II. Aturan Penulisan Daftar Pustaka : a. Sumber kutipan yang dinyatakan dalam karya ilmiah harus ada dalam Daftar Pustaka, dan sebaliknya. b. literatur yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka hanya literatur yang menjadi rujukan dan dikutip dalam karya ilmiah. c. Daftar pustaka ditulis/diketik satu spasi, berurutan secara alfabetis tanpa nomor. d. Jika literatur ditulis oleh satu orang, nama penulis ditulis nama belakangnya lebih dulu, kemudian diikuti singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah, dilanjutkan penulisan tahun, judul dan identitas lain dari literatur/pustaka yang dirujuk. e. Jika penulis lebih dari dua orang, nama penulis pertama ditulis seperti aturan “d”, dilanjutkan penulisan nama penulis kedua dan seterusnya sebagai berikut: nama depan dan nama tengah (disingkat) dilanjutkan nama belakang. [Untuk penulis kedua dan seterusnya, penulisan nama depan/tengah (singkatan) dan nama belakang tidak perlu dibalik seperti penulis pertama]. f. Penulisan daftar pustaka tidak boleh menggunakan et al. sebagai pengganti nama penulis kedua dan seterusnya (berbeda dengan penulisan sumber kutipan seperti dijelaskan pada aturan 2.1 huruf e) g. Kata penghubung seorang/beberapa penulis dengan penulis terakhir menggunakan kata “dan” (tidak menggunakan simbol “&”; serta tidak menggunakan kata penghubung “and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). h. Cara penulisan setiap daftar pustaka berbeda-beda, bergantung pada jenis literatur/pustaka yang menjadi referensi. Untuk lebih jelasnya, lihat contoh. III. Cara Penulisan Sumber Kutipan a. Jika sumber kutipan ditulis di awal kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: Dermawan (2010) menyatakan bahwa......; jika disertai dengan halaman: Dermawan (2010: 180) menyatakan bahwa......; Menurut Dermawan (2010: 180) ......... 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: Dermawan dan Khanafi (2007: 240)………… 3. Satu sumberkutipan lebih dari dua penulis: Gunawan et al. (2010: 25)……. b. Sumber kutipan ditulis di akhir kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: ............. Dermawan (2010); jika disertai dengan halaman: .......... Dermawan (2010: 180). 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: ........ Dermawan dan Khanafi (2007: 240) 3. Satu sumber kutipan lebih dari dua penulis: …….. Gunawan et al. (2010: 25) c. Dua sumber kutipan dengan penulis yang sama: Thomson (2005, 2006); jika tahun publikasi sama: Roland (2006a, 2006b). d. Sumber kutipan berupa banyak pustaka dengan penulis yang berbeda-beda: (Yermack, 1997; Aboody dan Kasznik, 2000; Guan et al., 2000). e. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu lembaga atau badan tertentu: Badan Pusat Statistik (2006); Ikatan Akuntan Indonesia (2011); Financial Accounting Standard Board (1984). f. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu peraturan atau undangundang: Undang-Undang No. 12 Tahun 2012.......; Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2010......; Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45...... g. Kutipan berasal dari sumber kedua: Scott (2000) dalam Asyik (2009: 23).......; Arthur Levitt (lihat Riharjo, 2008: 21).....; Andayani (2002) seperti dikutip Herlina (2009: 16).... [Catatan: daftar pustaka hanya mencantumkan referensi yang merupakan sumber kedua]. IV. Cara Penulisan Daftar Pustaka : a. Buku Teks Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi buku, nama penerbit, kota penerbit. [Jika ada dua penulis atau lebih, lihat aturan penulisan daftar pustaka di atas huruf e). Contoh: Merna T. dan F. F. Al-Thani. 2008. Corporate Risk Management. 2nd ed. John Welly and Sons Ltd. England. b. Buku Terbitan Lembaga/Badan/Organisasi Aturan penulisan: nama lembaga/badan/organisasi, tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi/cetakan, nama penerbit, kota penerbit. Contoh: Badan Pusat Statistik. 2013. Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi. Januari. BPS Jawa Timur. Surabaya. c. Makalah Pidato Ilmiah dan semacamnya Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul, sifat/tujuan makalah (cetak miring), nama kegiatan, tanggal kegiatan, kota tempat kegiatan. Contoh: Raka, G. 2003. Menggarisbawahi Peran Idealisme, Karakter dan Komunitas dalam Transformasi Institusi. Makalah Orasi Ilmiah. Sidang Terbuka Senat Peringatan Dies Natalis ke-44 Institut Teknologi Bandung. 2 Maret. Bandung. d. Artikel dari Majalah atau Surat Kabar Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul artikel (cetak miring), nama majalah/surat kabar, tanggal, halaman, kota penerbit. Contoh: Mangunwijaya, Y.B. 1992. Pendidikan Manusia Merdeka. Harian Kompas. 11 Agustus. Halaman 15. Jakarta.

Make Money at : http://bit.ly/copy_win
Bagaimana Cara Penulisan Sumber Kutipan dan Daftar Pustaka ? Ada banyak cara dalam menulis sebuah kutipan dan daftar pustaka, tetapi di sini saya akan menjelaskan cara menuliskannya berdasarkan “Harvard - American Psychological Association Style( Hardvard – APA Style ). I. Aturan Penulisan Sumber Kutipan : a. Sumber kutipan dapat ditulis pada awal atau akhir kutipan b. Penempatan sumber kutipan (pada awal atau akhir kutipan) tidak boleh mengaburkan bagian yang dikutip c. Nama penulis suatu sumber kutipan hanya ditulis nama belakang, diikuti tahun dan halaman sumber kutipan, dilanjutkan dengan isi teks yang dikutip. (Pencantuman halaman setelah tahun dipisahkan oleh tanda titik dua) d. Jika penulis terdiri atas dua orang, kata penghubung penulis pertama dan kedua menggunakan ”dan” (tidak menggunakan simbol ”&”; serta tidak menggunakan kata penghubung ”and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). e. Jika penulis lebih dari dua orang, hanya nama belakang penulis pertama yang ditulis sebagai sumber kutipan, diikuti et al., kemudian tahun dan halaman sumber kutipan. (Catatan: et al. dalam bahasa Latin adalah singkatan dari et alia atau et alii, dalam bahasa Inggris berarti and others, dan dalam bahasa Indonesia berarti dan kawan-kawan). f. Jika sumber kutipan merupakan literatur terjemahan (buku, artikel, dll), maka yang disebut sebagai sumber adalah nama penulis asli (bukan penerjemah), diikuti tahun penerbitan literatur asli (bukan tahun penerbitan hasil terjemahan). [Catatan: nama penerjemah hanya dinyatakan dalam daftar pustaka] g. Pencantuman halaman sumber kutipan setelah tahun bersifat wajib jika isi teks yang dikutip jelas letak halamannya II. Aturan Penulisan Daftar Pustaka : a. Sumber kutipan yang dinyatakan dalam karya ilmiah harus ada dalam Daftar Pustaka, dan sebaliknya. b. literatur yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka hanya literatur yang menjadi rujukan dan dikutip dalam karya ilmiah. c. Daftar pustaka ditulis/diketik satu spasi, berurutan secara alfabetis tanpa nomor. d. Jika literatur ditulis oleh satu orang, nama penulis ditulis nama belakangnya lebih dulu, kemudian diikuti singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah, dilanjutkan penulisan tahun, judul dan identitas lain dari literatur/pustaka yang dirujuk. e. Jika penulis lebih dari dua orang, nama penulis pertama ditulis seperti aturan “d”, dilanjutkan penulisan nama penulis kedua dan seterusnya sebagai berikut: nama depan dan nama tengah (disingkat) dilanjutkan nama belakang. [Untuk penulis kedua dan seterusnya, penulisan nama depan/tengah (singkatan) dan nama belakang tidak perlu dibalik seperti penulis pertama]. f. Penulisan daftar pustaka tidak boleh menggunakan et al. sebagai pengganti nama penulis kedua dan seterusnya (berbeda dengan penulisan sumber kutipan seperti dijelaskan pada aturan 2.1 huruf e) g. Kata penghubung seorang/beberapa penulis dengan penulis terakhir menggunakan kata “dan” (tidak menggunakan simbol “&”; serta tidak menggunakan kata penghubung “and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). h. Cara penulisan setiap daftar pustaka berbeda-beda, bergantung pada jenis literatur/pustaka yang menjadi referensi. Untuk lebih jelasnya, lihat contoh. III. Cara Penulisan Sumber Kutipan a. Jika sumber kutipan ditulis di awal kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: Dermawan (2010) menyatakan bahwa......; jika disertai dengan halaman: Dermawan (2010: 180) menyatakan bahwa......; Menurut Dermawan (2010: 180) ......... 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: Dermawan dan Khanafi (2007: 240)………… 3. Satu sumberkutipan lebih dari dua penulis: Gunawan et al. (2010: 25)……. b. Sumber kutipan ditulis di akhir kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: ............. Dermawan (2010); jika disertai dengan halaman: .......... Dermawan (2010: 180). 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: ........ Dermawan dan Khanafi (2007: 240) 3. Satu sumber kutipan lebih dari dua penulis: …….. Gunawan et al. (2010: 25) c. Dua sumber kutipan dengan penulis yang sama: Thomson (2005, 2006); jika tahun publikasi sama: Roland (2006a, 2006b). d. Sumber kutipan berupa banyak pustaka dengan penulis yang berbeda-beda: (Yermack, 1997; Aboody dan Kasznik, 2000; Guan et al., 2000). e. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu lembaga atau badan tertentu: Badan Pusat Statistik (2006); Ikatan Akuntan Indonesia (2011); Financial Accounting Standard Board (1984). f. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu peraturan atau undangundang: Undang-Undang No. 12 Tahun 2012.......; Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2010......; Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45...... g. Kutipan berasal dari sumber kedua: Scott (2000) dalam Asyik (2009: 23).......; Arthur Levitt (lihat Riharjo, 2008: 21).....; Andayani (2002) seperti dikutip Herlina (2009: 16).... [Catatan: daftar pustaka hanya mencantumkan referensi yang merupakan sumber kedua]. IV. Cara Penulisan Daftar Pustaka : a. Buku Teks Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi buku, nama penerbit, kota penerbit. [Jika ada dua penulis atau lebih, lihat aturan penulisan daftar pustaka di atas huruf e). Contoh: Merna T. dan F. F. Al-Thani. 2008. Corporate Risk Management. 2nd ed. John Welly and Sons Ltd. England. b. Buku Terbitan Lembaga/Badan/Organisasi Aturan penulisan: nama lembaga/badan/organisasi, tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi/cetakan, nama penerbit, kota penerbit. Contoh: Badan Pusat Statistik. 2013. Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi. Januari. BPS Jawa Timur. Surabaya. c. Makalah Pidato Ilmiah dan semacamnya Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul, sifat/tujuan makalah (cetak miring), nama kegiatan, tanggal kegiatan, kota tempat kegiatan. Contoh: Raka, G. 2003. Menggarisbawahi Peran Idealisme, Karakter dan Komunitas dalam Transformasi Institusi. Makalah Orasi Ilmiah. Sidang Terbuka Senat Peringatan Dies Natalis ke-44 Institut Teknologi Bandung. 2 Maret. Bandung. d. Artikel dari Majalah atau Surat Kabar Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul artikel (cetak miring), nama majalah/surat kabar, tanggal, halaman, kota penerbit. Contoh: Mangunwijaya, Y.B. 1992. Pendidikan Manusia Merdeka. Harian Kompas. 11 Agustus. Halaman 15. Jakarta.

Make Money at : http://bit.ly/copy_win


 Ada banyak cara dalam menulis sebuah kutipan dan daftar pustaka,
tetapi di sini saya akan menjelaskan cara menuliskannya berdasarkan
“Harvard - American Psychological Association Style( Hardvard – APA
Style ).

I.   Aturan  Penulisan Sumber Kutipan :
a.   Sumber kutipan dapat ditulis pada awal atau akhir kutipan

b.  Penempatan  sumber  kutipan  (pada  awal  atau  akhir  kutipan) 
tidak  boleh  mengaburkan bagian yang dikutip

c.  Nama  penulis  suatu  sumber  kutipan  hanya  ditulis  nama 
belakang,  diikuti  tahun  dan halaman    sumber  kutipan,  dilanjutkan
 dengan  isi  teks  yang  dikutip.  (Pencantuman halaman setelah tahun
dipisahkan oleh tanda titik dua)

d.  Jika  penulis  terdiri  atas  dua  orang,  kata  penghubung  penulis
  pertama  dan  kedua menggunakan  ”dan”  (tidak  menggunakan  simbol 
”&”;  serta  tidak  menggunakan  kata penghubung  ”and”  walaupun 
literaturnya  berbahasa  Inggris,  kecuali  seluruh  naskah ditulis
menggunakan bahasa Inggris).

e.  Jika  penulis  lebih  dari  dua  orang,  hanya  nama  belakang 
penulis  pertama  yang  ditulis sebagai  sumber  kutipan,  diikuti  et 
al.,  kemudian  tahun  dan  halaman  sumber  kutipan. (Catatan:  et al.
 dalam bahasa Latin adalah singkatan dari  et alia  atau  et alii, 
dalam bahasa Inggris berarti and others, dan dalam bahasa Indonesia
berarti dan kawan-kawan).

f.  Jika  sumber  kutipan  merupakan  literatur  terjemahan  (buku, 
artikel,  dll),  maka  yang disebut  sebagai  sumber  adalah  nama 
penulis  asli  (bukan  penerjemah),  diikuti  tahun penerbitan 
literatur  asli  (bukan  tahun  penerbitan  hasil  terjemahan). 
[Catatan:  nama penerjemah hanya dinyatakan dalam daftar pustaka]

g.  Pencantuman  halaman  sumber  kutipan  setelah  tahun  bersifat 
wajib  jika  isi  teks  yang dikutip jelas letak halamannya


II.  Aturan Penulisan Daftar Pustaka :
a.  Sumber  kutipan  yang  dinyatakan  dalam  karya  ilmiah  harus  ada
 dalam  Daftar  Pustaka, dan sebaliknya.

b.  literatur yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka hanya literatur yang
 menjadi rujukan dan dikutip dalam karya ilmiah.

c.   Daftar pustaka ditulis/diketik satu spasi, berurutan secara
alfabetis tanpa nomor.

d.  Jika literatur ditulis oleh satu orang, nama penulis ditulis nama
belakangnya lebih dulu, kemudian diikuti singkatan (inisial) nama depan
dan nama tengah, dilanjutkan penulisan tahun, judul dan identitas lain
dari literatur/pustaka yang dirujuk.

e.  Jika  penulis  lebih  dari  dua  orang,  nama  penulis  pertama 
ditulis  seperti  aturan  “d”, dilanjutkan  penulisan  nama  penulis 
kedua  dan seterusnya  sebagai  berikut:  nama depan dan  nama  tengah 
(disingkat)  dilanjutkan  nama  belakang.  [Untuk  penulis  kedua  dan
seterusnya,  penulisan  nama  depan/tengah  (singkatan)  dan  nama 
belakang  tidak  perlu dibalik seperti penulis pertama].

f.  Penulisan daftar pustaka tidak boleh menggunakan  et al. sebagai
pengganti nama penulis kedua dan seterusnya (berbeda dengan penulisan
sumber kutipan  seperti dijelaskan  pada aturan 2.1 huruf e)

g.  Kata penghubung seorang/beberapa  penulis dengan penulis  terakhir 
menggunakan kata “dan”  (tidak  menggunakan  simbol  “&”;  serta 
tidak  menggunakan  kata  penghubung “and”  walaupun  literaturnya 
berbahasa  Inggris,  kecuali  seluruh  naskah  ditulis menggunakan
bahasa Inggris).
h.  Cara  penulisan  setiap  daftar  pustaka  berbeda-beda,  bergantung
 pada  jenis  literatur/pustaka yang menjadi referensi. Untuk lebih
jelasnya, lihat contoh.

III.  Cara Penulisan Sumber Kutipan
a.  Jika sumber kutipan ditulis di awal kalimat atau awal teks:
1.   Satu  sumber  kutipan  dengan  satu  penulis:  Dermawan  (2010) 
menyatakan  bahwa......; jika  disertai dengan halaman: Dermawan (2010:
180) menyatakan bahwa......; Menurut Dermawan (2010: 180) .........
2.  Satu sumber kutipan dengan dua penulis: Dermawan dan Khanafi (2007:
240)…………
3.  Satu sumberkutipan lebih dari dua penulis: Gunawan et al. (2010:
25)…….

b.  Sumber kutipan ditulis di akhir kalimat atau awal teks:
1.  Satu sumber kutipan dengan satu penulis: ............. Dermawan
(2010); jika disertai dengan halaman: .......... Dermawan (2010: 180).
2.  Satu sumber kutipan dengan dua penulis: ........ Dermawan dan
Khanafi (2007: 240)
3.  Satu sumber kutipan lebih dari dua penulis: …….. Gunawan et al.
(2010: 25)

c.  Dua  sumber  kutipan  dengan  penulis  yang  sama: 
Thomson  (2005, 2006);  jika  tahun  publikasi  sama: Roland (2006a,
2006b).

d.  Sumber  kutipan  berupa  banyak  pustaka  dengan  penulis  yang 
berbeda-beda:
(Yermack,  1997;  Aboody dan Kasznik, 2000; Guan et al., 2000).

e.  Sumber  kutipan  tidak  menyebut  nama  penulis,  tetapi  menyebut 
suatu  lembaga  atau  badan tertentu:
Badan  Pusat  Statistik  (2006);  Ikatan  Akuntan  Indonesia  (2011); 
Financial  Accounting Standard Board (1984).

f.  Sumber  kutipan  tidak  menyebut  nama  penulis,  tetapi  menyebut 
suatu  peraturan  atau  undangundang:
Undang-Undang  No.  12  Tahun  2012.......;  Peraturan  Pemerintah  No.
 60 Tahun  2010......; Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.
45......

g.  Kutipan berasal dari sumber kedua:
Scott (2000) dalam Asyik (2009: 23).......; Arthur Levitt  (lihat
Riharjo, 2008: 21).....; Andayani (2002) seperti dikutip Herlina (2009:
16)....  [Catatan: daftar pustaka hanya mencantumkan referensi yang
merupakan sumber kedua].

IV.  Cara Penulisan Daftar Pustaka :
a.  Buku Teks
Aturan  penulisan:  nama  belakang,  singkatan  (inisial)  nama  depan 
dan  nama  tengah (jika  ada), tahun  penerbitan,  judul  buku  (cetak 
miring),  edisi  buku,  nama  penerbit, kota penerbit.  [Jika  ada dua
penulis atau lebih, lihat aturan penulisan daftar pustaka di atas huruf
e).
Contoh:
Merna  T. dan  F.  F.  Al-Thani. 2008.  Corporate  Risk Management.  2nd
 ed.  John  Welly and       Sons Ltd. England.

b.  Buku Terbitan Lembaga/Badan/Organisasi
Aturan penulisan: nama  lembaga/badan/organisasi, tahun penerbitan, 
judul  buku  (cetak miring), edisi/cetakan, nama penerbit, kota
penerbit.
Contoh:
Badan  Pusat  Statistik.  2013.  Laporan  Bulanan  Data  Sosial 
Ekonomi.  Januari.  BPS  Jawa            Timur. Surabaya.

c.  Makalah Pidato Ilmiah dan semacamnya
Aturan  penulisan:  nama  belakang,  singkatan  (inisial)  nama  depan 
dan  nama  tengah (jika  ada), tahun,  judul,  sifat/tujuan  makalah 
(cetak  miring),  nama  kegiatan,  tanggal kegiatan,  kota  tempat
kegiatan.
Contoh:
Raka,  G. 2003. Menggarisbawahi  Peran  Idealisme, Karakter  dan 
Komunitas  dalam       Transformasi Institusi.  Makalah  Orasi  Ilmiah.
 Sidang Terbuka  Senat  Peringatan Dies      Natalis ke-44 Institut
Teknologi Bandung. 2 Maret. Bandung.

d.  Artikel dari Majalah atau Surat Kabar
Aturan  penulisan:  nama  belakang,  singkatan  (inisial)  nama  depan 
dan  nama  tengah (jika  ada), tahun, judul artikel (cetak miring), nama
 majalah/surat kabar, tanggal, halaman, kota penerbit.
 Contoh:
Mangunwijaya, Y.B. 1992. Pendidikan Manusia Merdeka. Harian Kompas.  11
Agustus.   Halaman 15. Jakarta.




Sumber : http://muhammadputraaa.blogspot.com/2014/03/bagaimana-cara-penulisan-sumber-kutipan.html

    Blogger news

    Blogroll