Rabu, 15 Oktober 2014

Keterampilan Menyimak

 1. Keterampilan Menyimak

Menyimak adalah keterampilan memahami bahasa lisan yang bersifat reseftif.  Dengan demikian di sini berarti bukan sekedar mendengarkan bunyi-bunyi bahasa  melainkan sekaligus memahaminya. Dalam bahasa pertama (bahasa ibu),  kita memperoleh keterampilan mendengarkan melalui proses yang tidak kita sadari  sehingga kitapun tidak menyadari begitu kompleksnya proses pemmerolehan  keterampilan mendengar tersebut. Berikut ini secara singkat disajikan disekripsi  mengenai aspek-aspek yang terkait dalam upaya belajar memahami  apa yang kita sajikan dalam bahasa kedua.

Ada dua jenis situasi dalam mendengarkan yaitu situasi mendengarkan secara interaktif dan  situasi mendengarkan secara non interaktif. Mendengarkan secara interaktif terjadi dalam  percakapan tatap muka dan percakapan di telepon atau yang sejenis dengan itu. Dalam  mendengarkan jenis ini kita secara bergantuan melakukan aktivitas mendengarkan dan memperoleh  penjelsan, meminta lawan bicara mengulang apa yang diucapkan olehnya atau mungkin memintanya  berbicara agak lebih lambat. Kemudian contoh situasi-situasi mendengarkan noninteraktif, yaitu  mendengarkan radio, TV, dan film, khotbah atau mendengarkan dalam acara-acara seremonial.  Dalam situasi mendengarkan nonietraktif tersebut, kita tidak dapat meminta penjelasan dari  pembicara, tidak bisa meminta pembicaraan diperlambat.

sumber: http://rahmadputeraindonesia.blogspot.com/

0 komentar:

Posting Komentar

    Blogger news

    Blogroll