Senin, 01 Desember 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Bagaimana Cara Penulisan Sumber Kutipan dan Daftar Pustaka ?

Bagaimana Cara Penulisan Sumber Kutipan dan Daftar Pustaka ? Ada banyak cara dalam menulis sebuah kutipan dan daftar pustaka, tetapi di sini saya akan menjelaskan cara menuliskannya berdasarkan “Harvard - American Psychological Association Style( Hardvard – APA Style ). I. Aturan Penulisan Sumber Kutipan : a. Sumber kutipan dapat ditulis pada awal atau akhir kutipan b. Penempatan sumber kutipan (pada awal atau akhir kutipan) tidak boleh mengaburkan bagian yang dikutip c. Nama penulis suatu sumber kutipan hanya ditulis nama belakang, diikuti tahun dan halaman sumber kutipan, dilanjutkan dengan isi teks yang dikutip. (Pencantuman halaman setelah tahun dipisahkan oleh tanda titik dua) d. Jika penulis terdiri atas dua orang, kata penghubung penulis pertama dan kedua menggunakan ”dan” (tidak menggunakan simbol ”&”; serta tidak menggunakan kata penghubung ”and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). e. Jika penulis lebih dari dua orang, hanya nama belakang penulis pertama yang ditulis sebagai sumber kutipan, diikuti et al., kemudian tahun dan halaman sumber kutipan. (Catatan: et al. dalam bahasa Latin adalah singkatan dari et alia atau et alii, dalam bahasa Inggris berarti and others, dan dalam bahasa Indonesia berarti dan kawan-kawan). f. Jika sumber kutipan merupakan literatur terjemahan (buku, artikel, dll), maka yang disebut sebagai sumber adalah nama penulis asli (bukan penerjemah), diikuti tahun penerbitan literatur asli (bukan tahun penerbitan hasil terjemahan). [Catatan: nama penerjemah hanya dinyatakan dalam daftar pustaka] g. Pencantuman halaman sumber kutipan setelah tahun bersifat wajib jika isi teks yang dikutip jelas letak halamannya II. Aturan Penulisan Daftar Pustaka : a. Sumber kutipan yang dinyatakan dalam karya ilmiah harus ada dalam Daftar Pustaka, dan sebaliknya. b. literatur yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka hanya literatur yang menjadi rujukan dan dikutip dalam karya ilmiah. c. Daftar pustaka ditulis/diketik satu spasi, berurutan secara alfabetis tanpa nomor. d. Jika literatur ditulis oleh satu orang, nama penulis ditulis nama belakangnya lebih dulu, kemudian diikuti singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah, dilanjutkan penulisan tahun, judul dan identitas lain dari literatur/pustaka yang dirujuk. e. Jika penulis lebih dari dua orang, nama penulis pertama ditulis seperti aturan “d”, dilanjutkan penulisan nama penulis kedua dan seterusnya sebagai berikut: nama depan dan nama tengah (disingkat) dilanjutkan nama belakang. [Untuk penulis kedua dan seterusnya, penulisan nama depan/tengah (singkatan) dan nama belakang tidak perlu dibalik seperti penulis pertama]. f. Penulisan daftar pustaka tidak boleh menggunakan et al. sebagai pengganti nama penulis kedua dan seterusnya (berbeda dengan penulisan sumber kutipan seperti dijelaskan pada aturan 2.1 huruf e) g. Kata penghubung seorang/beberapa penulis dengan penulis terakhir menggunakan kata “dan” (tidak menggunakan simbol “&”; serta tidak menggunakan kata penghubung “and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). h. Cara penulisan setiap daftar pustaka berbeda-beda, bergantung pada jenis literatur/pustaka yang menjadi referensi. Untuk lebih jelasnya, lihat contoh. III. Cara Penulisan Sumber Kutipan a. Jika sumber kutipan ditulis di awal kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: Dermawan (2010) menyatakan bahwa......; jika disertai dengan halaman: Dermawan (2010: 180) menyatakan bahwa......; Menurut Dermawan (2010: 180) ......... 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: Dermawan dan Khanafi (2007: 240)………… 3. Satu sumberkutipan lebih dari dua penulis: Gunawan et al. (2010: 25)……. b. Sumber kutipan ditulis di akhir kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: ............. Dermawan (2010); jika disertai dengan halaman: .......... Dermawan (2010: 180). 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: ........ Dermawan dan Khanafi (2007: 240) 3. Satu sumber kutipan lebih dari dua penulis: …….. Gunawan et al. (2010: 25) c. Dua sumber kutipan dengan penulis yang sama: Thomson (2005, 2006); jika tahun publikasi sama: Roland (2006a, 2006b). d. Sumber kutipan berupa banyak pustaka dengan penulis yang berbeda-beda: (Yermack, 1997; Aboody dan Kasznik, 2000; Guan et al., 2000). e. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu lembaga atau badan tertentu: Badan Pusat Statistik (2006); Ikatan Akuntan Indonesia (2011); Financial Accounting Standard Board (1984). f. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu peraturan atau undangundang: Undang-Undang No. 12 Tahun 2012.......; Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2010......; Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45...... g. Kutipan berasal dari sumber kedua: Scott (2000) dalam Asyik (2009: 23).......; Arthur Levitt (lihat Riharjo, 2008: 21).....; Andayani (2002) seperti dikutip Herlina (2009: 16).... [Catatan: daftar pustaka hanya mencantumkan referensi yang merupakan sumber kedua]. IV. Cara Penulisan Daftar Pustaka : a. Buku Teks Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi buku, nama penerbit, kota penerbit. [Jika ada dua penulis atau lebih, lihat aturan penulisan daftar pustaka di atas huruf e). Contoh: Merna T. dan F. F. Al-Thani. 2008. Corporate Risk Management. 2nd ed. John Welly and Sons Ltd. England. b. Buku Terbitan Lembaga/Badan/Organisasi Aturan penulisan: nama lembaga/badan/organisasi, tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi/cetakan, nama penerbit, kota penerbit. Contoh: Badan Pusat Statistik. 2013. Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi. Januari. BPS Jawa Timur. Surabaya. c. Makalah Pidato Ilmiah dan semacamnya Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul, sifat/tujuan makalah (cetak miring), nama kegiatan, tanggal kegiatan, kota tempat kegiatan. Contoh: Raka, G. 2003. Menggarisbawahi Peran Idealisme, Karakter dan Komunitas dalam Transformasi Institusi. Makalah Orasi Ilmiah. Sidang Terbuka Senat Peringatan Dies Natalis ke-44 Institut Teknologi Bandung. 2 Maret. Bandung. d. Artikel dari Majalah atau Surat Kabar Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul artikel (cetak miring), nama majalah/surat kabar, tanggal, halaman, kota penerbit. Contoh: Mangunwijaya, Y.B. 1992. Pendidikan Manusia Merdeka. Harian Kompas. 11 Agustus. Halaman 15. Jakarta.

Make Money at : http://bit.ly/copy_win
Bagaimana Cara Penulisan Sumber Kutipan dan Daftar Pustaka ? Ada banyak cara dalam menulis sebuah kutipan dan daftar pustaka, tetapi di sini saya akan menjelaskan cara menuliskannya berdasarkan “Harvard - American Psychological Association Style( Hardvard – APA Style ). I. Aturan Penulisan Sumber Kutipan : a. Sumber kutipan dapat ditulis pada awal atau akhir kutipan b. Penempatan sumber kutipan (pada awal atau akhir kutipan) tidak boleh mengaburkan bagian yang dikutip c. Nama penulis suatu sumber kutipan hanya ditulis nama belakang, diikuti tahun dan halaman sumber kutipan, dilanjutkan dengan isi teks yang dikutip. (Pencantuman halaman setelah tahun dipisahkan oleh tanda titik dua) d. Jika penulis terdiri atas dua orang, kata penghubung penulis pertama dan kedua menggunakan ”dan” (tidak menggunakan simbol ”&”; serta tidak menggunakan kata penghubung ”and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). e. Jika penulis lebih dari dua orang, hanya nama belakang penulis pertama yang ditulis sebagai sumber kutipan, diikuti et al., kemudian tahun dan halaman sumber kutipan. (Catatan: et al. dalam bahasa Latin adalah singkatan dari et alia atau et alii, dalam bahasa Inggris berarti and others, dan dalam bahasa Indonesia berarti dan kawan-kawan). f. Jika sumber kutipan merupakan literatur terjemahan (buku, artikel, dll), maka yang disebut sebagai sumber adalah nama penulis asli (bukan penerjemah), diikuti tahun penerbitan literatur asli (bukan tahun penerbitan hasil terjemahan). [Catatan: nama penerjemah hanya dinyatakan dalam daftar pustaka] g. Pencantuman halaman sumber kutipan setelah tahun bersifat wajib jika isi teks yang dikutip jelas letak halamannya II. Aturan Penulisan Daftar Pustaka : a. Sumber kutipan yang dinyatakan dalam karya ilmiah harus ada dalam Daftar Pustaka, dan sebaliknya. b. literatur yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka hanya literatur yang menjadi rujukan dan dikutip dalam karya ilmiah. c. Daftar pustaka ditulis/diketik satu spasi, berurutan secara alfabetis tanpa nomor. d. Jika literatur ditulis oleh satu orang, nama penulis ditulis nama belakangnya lebih dulu, kemudian diikuti singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah, dilanjutkan penulisan tahun, judul dan identitas lain dari literatur/pustaka yang dirujuk. e. Jika penulis lebih dari dua orang, nama penulis pertama ditulis seperti aturan “d”, dilanjutkan penulisan nama penulis kedua dan seterusnya sebagai berikut: nama depan dan nama tengah (disingkat) dilanjutkan nama belakang. [Untuk penulis kedua dan seterusnya, penulisan nama depan/tengah (singkatan) dan nama belakang tidak perlu dibalik seperti penulis pertama]. f. Penulisan daftar pustaka tidak boleh menggunakan et al. sebagai pengganti nama penulis kedua dan seterusnya (berbeda dengan penulisan sumber kutipan seperti dijelaskan pada aturan 2.1 huruf e) g. Kata penghubung seorang/beberapa penulis dengan penulis terakhir menggunakan kata “dan” (tidak menggunakan simbol “&”; serta tidak menggunakan kata penghubung “and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). h. Cara penulisan setiap daftar pustaka berbeda-beda, bergantung pada jenis literatur/pustaka yang menjadi referensi. Untuk lebih jelasnya, lihat contoh. III. Cara Penulisan Sumber Kutipan a. Jika sumber kutipan ditulis di awal kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: Dermawan (2010) menyatakan bahwa......; jika disertai dengan halaman: Dermawan (2010: 180) menyatakan bahwa......; Menurut Dermawan (2010: 180) ......... 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: Dermawan dan Khanafi (2007: 240)………… 3. Satu sumberkutipan lebih dari dua penulis: Gunawan et al. (2010: 25)……. b. Sumber kutipan ditulis di akhir kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: ............. Dermawan (2010); jika disertai dengan halaman: .......... Dermawan (2010: 180). 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: ........ Dermawan dan Khanafi (2007: 240) 3. Satu sumber kutipan lebih dari dua penulis: …….. Gunawan et al. (2010: 25) c. Dua sumber kutipan dengan penulis yang sama: Thomson (2005, 2006); jika tahun publikasi sama: Roland (2006a, 2006b). d. Sumber kutipan berupa banyak pustaka dengan penulis yang berbeda-beda: (Yermack, 1997; Aboody dan Kasznik, 2000; Guan et al., 2000). e. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu lembaga atau badan tertentu: Badan Pusat Statistik (2006); Ikatan Akuntan Indonesia (2011); Financial Accounting Standard Board (1984). f. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu peraturan atau undangundang: Undang-Undang No. 12 Tahun 2012.......; Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2010......; Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45...... g. Kutipan berasal dari sumber kedua: Scott (2000) dalam Asyik (2009: 23).......; Arthur Levitt (lihat Riharjo, 2008: 21).....; Andayani (2002) seperti dikutip Herlina (2009: 16).... [Catatan: daftar pustaka hanya mencantumkan referensi yang merupakan sumber kedua]. IV. Cara Penulisan Daftar Pustaka : a. Buku Teks Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi buku, nama penerbit, kota penerbit. [Jika ada dua penulis atau lebih, lihat aturan penulisan daftar pustaka di atas huruf e). Contoh: Merna T. dan F. F. Al-Thani. 2008. Corporate Risk Management. 2nd ed. John Welly and Sons Ltd. England. b. Buku Terbitan Lembaga/Badan/Organisasi Aturan penulisan: nama lembaga/badan/organisasi, tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi/cetakan, nama penerbit, kota penerbit. Contoh: Badan Pusat Statistik. 2013. Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi. Januari. BPS Jawa Timur. Surabaya. c. Makalah Pidato Ilmiah dan semacamnya Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul, sifat/tujuan makalah (cetak miring), nama kegiatan, tanggal kegiatan, kota tempat kegiatan. Contoh: Raka, G. 2003. Menggarisbawahi Peran Idealisme, Karakter dan Komunitas dalam Transformasi Institusi. Makalah Orasi Ilmiah. Sidang Terbuka Senat Peringatan Dies Natalis ke-44 Institut Teknologi Bandung. 2 Maret. Bandung. d. Artikel dari Majalah atau Surat Kabar Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul artikel (cetak miring), nama majalah/surat kabar, tanggal, halaman, kota penerbit. Contoh: Mangunwijaya, Y.B. 1992. Pendidikan Manusia Merdeka. Harian Kompas. 11 Agustus. Halaman 15. Jakarta.

Make Money at : http://bit.ly/copy_win
Bagaimana Cara Penulisan Sumber Kutipan dan Daftar Pustaka ? Ada banyak cara dalam menulis sebuah kutipan dan daftar pustaka, tetapi di sini saya akan menjelaskan cara menuliskannya berdasarkan “Harvard - American Psychological Association Style( Hardvard – APA Style ). I. Aturan Penulisan Sumber Kutipan : a. Sumber kutipan dapat ditulis pada awal atau akhir kutipan b. Penempatan sumber kutipan (pada awal atau akhir kutipan) tidak boleh mengaburkan bagian yang dikutip c. Nama penulis suatu sumber kutipan hanya ditulis nama belakang, diikuti tahun dan halaman sumber kutipan, dilanjutkan dengan isi teks yang dikutip. (Pencantuman halaman setelah tahun dipisahkan oleh tanda titik dua) d. Jika penulis terdiri atas dua orang, kata penghubung penulis pertama dan kedua menggunakan ”dan” (tidak menggunakan simbol ”&”; serta tidak menggunakan kata penghubung ”and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). e. Jika penulis lebih dari dua orang, hanya nama belakang penulis pertama yang ditulis sebagai sumber kutipan, diikuti et al., kemudian tahun dan halaman sumber kutipan. (Catatan: et al. dalam bahasa Latin adalah singkatan dari et alia atau et alii, dalam bahasa Inggris berarti and others, dan dalam bahasa Indonesia berarti dan kawan-kawan). f. Jika sumber kutipan merupakan literatur terjemahan (buku, artikel, dll), maka yang disebut sebagai sumber adalah nama penulis asli (bukan penerjemah), diikuti tahun penerbitan literatur asli (bukan tahun penerbitan hasil terjemahan). [Catatan: nama penerjemah hanya dinyatakan dalam daftar pustaka] g. Pencantuman halaman sumber kutipan setelah tahun bersifat wajib jika isi teks yang dikutip jelas letak halamannya II. Aturan Penulisan Daftar Pustaka : a. Sumber kutipan yang dinyatakan dalam karya ilmiah harus ada dalam Daftar Pustaka, dan sebaliknya. b. literatur yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka hanya literatur yang menjadi rujukan dan dikutip dalam karya ilmiah. c. Daftar pustaka ditulis/diketik satu spasi, berurutan secara alfabetis tanpa nomor. d. Jika literatur ditulis oleh satu orang, nama penulis ditulis nama belakangnya lebih dulu, kemudian diikuti singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah, dilanjutkan penulisan tahun, judul dan identitas lain dari literatur/pustaka yang dirujuk. e. Jika penulis lebih dari dua orang, nama penulis pertama ditulis seperti aturan “d”, dilanjutkan penulisan nama penulis kedua dan seterusnya sebagai berikut: nama depan dan nama tengah (disingkat) dilanjutkan nama belakang. [Untuk penulis kedua dan seterusnya, penulisan nama depan/tengah (singkatan) dan nama belakang tidak perlu dibalik seperti penulis pertama]. f. Penulisan daftar pustaka tidak boleh menggunakan et al. sebagai pengganti nama penulis kedua dan seterusnya (berbeda dengan penulisan sumber kutipan seperti dijelaskan pada aturan 2.1 huruf e) g. Kata penghubung seorang/beberapa penulis dengan penulis terakhir menggunakan kata “dan” (tidak menggunakan simbol “&”; serta tidak menggunakan kata penghubung “and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). h. Cara penulisan setiap daftar pustaka berbeda-beda, bergantung pada jenis literatur/pustaka yang menjadi referensi. Untuk lebih jelasnya, lihat contoh. III. Cara Penulisan Sumber Kutipan a. Jika sumber kutipan ditulis di awal kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: Dermawan (2010) menyatakan bahwa......; jika disertai dengan halaman: Dermawan (2010: 180) menyatakan bahwa......; Menurut Dermawan (2010: 180) ......... 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: Dermawan dan Khanafi (2007: 240)………… 3. Satu sumberkutipan lebih dari dua penulis: Gunawan et al. (2010: 25)……. b. Sumber kutipan ditulis di akhir kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: ............. Dermawan (2010); jika disertai dengan halaman: .......... Dermawan (2010: 180). 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: ........ Dermawan dan Khanafi (2007: 240) 3. Satu sumber kutipan lebih dari dua penulis: …….. Gunawan et al. (2010: 25) c. Dua sumber kutipan dengan penulis yang sama: Thomson (2005, 2006); jika tahun publikasi sama: Roland (2006a, 2006b). d. Sumber kutipan berupa banyak pustaka dengan penulis yang berbeda-beda: (Yermack, 1997; Aboody dan Kasznik, 2000; Guan et al., 2000). e. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu lembaga atau badan tertentu: Badan Pusat Statistik (2006); Ikatan Akuntan Indonesia (2011); Financial Accounting Standard Board (1984). f. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu peraturan atau undangundang: Undang-Undang No. 12 Tahun 2012.......; Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2010......; Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45...... g. Kutipan berasal dari sumber kedua: Scott (2000) dalam Asyik (2009: 23).......; Arthur Levitt (lihat Riharjo, 2008: 21).....; Andayani (2002) seperti dikutip Herlina (2009: 16).... [Catatan: daftar pustaka hanya mencantumkan referensi yang merupakan sumber kedua]. IV. Cara Penulisan Daftar Pustaka : a. Buku Teks Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi buku, nama penerbit, kota penerbit. [Jika ada dua penulis atau lebih, lihat aturan penulisan daftar pustaka di atas huruf e). Contoh: Merna T. dan F. F. Al-Thani. 2008. Corporate Risk Management. 2nd ed. John Welly and Sons Ltd. England. b. Buku Terbitan Lembaga/Badan/Organisasi Aturan penulisan: nama lembaga/badan/organisasi, tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi/cetakan, nama penerbit, kota penerbit. Contoh: Badan Pusat Statistik. 2013. Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi. Januari. BPS Jawa Timur. Surabaya. c. Makalah Pidato Ilmiah dan semacamnya Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul, sifat/tujuan makalah (cetak miring), nama kegiatan, tanggal kegiatan, kota tempat kegiatan. Contoh: Raka, G. 2003. Menggarisbawahi Peran Idealisme, Karakter dan Komunitas dalam Transformasi Institusi. Makalah Orasi Ilmiah. Sidang Terbuka Senat Peringatan Dies Natalis ke-44 Institut Teknologi Bandung. 2 Maret. Bandung. d. Artikel dari Majalah atau Surat Kabar Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul artikel (cetak miring), nama majalah/surat kabar, tanggal, halaman, kota penerbit. Contoh: Mangunwijaya, Y.B. 1992. Pendidikan Manusia Merdeka. Harian Kompas. 11 Agustus. Halaman 15. Jakarta.

Make Money at : http://bit.ly/copy_win
Bagaimana Cara Penulisan Sumber Kutipan dan Daftar Pustaka ? Ada banyak cara dalam menulis sebuah kutipan dan daftar pustaka, tetapi di sini saya akan menjelaskan cara menuliskannya berdasarkan “Harvard - American Psychological Association Style( Hardvard – APA Style ). I. Aturan Penulisan Sumber Kutipan : a. Sumber kutipan dapat ditulis pada awal atau akhir kutipan b. Penempatan sumber kutipan (pada awal atau akhir kutipan) tidak boleh mengaburkan bagian yang dikutip c. Nama penulis suatu sumber kutipan hanya ditulis nama belakang, diikuti tahun dan halaman sumber kutipan, dilanjutkan dengan isi teks yang dikutip. (Pencantuman halaman setelah tahun dipisahkan oleh tanda titik dua) d. Jika penulis terdiri atas dua orang, kata penghubung penulis pertama dan kedua menggunakan ”dan” (tidak menggunakan simbol ”&”; serta tidak menggunakan kata penghubung ”and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). e. Jika penulis lebih dari dua orang, hanya nama belakang penulis pertama yang ditulis sebagai sumber kutipan, diikuti et al., kemudian tahun dan halaman sumber kutipan. (Catatan: et al. dalam bahasa Latin adalah singkatan dari et alia atau et alii, dalam bahasa Inggris berarti and others, dan dalam bahasa Indonesia berarti dan kawan-kawan). f. Jika sumber kutipan merupakan literatur terjemahan (buku, artikel, dll), maka yang disebut sebagai sumber adalah nama penulis asli (bukan penerjemah), diikuti tahun penerbitan literatur asli (bukan tahun penerbitan hasil terjemahan). [Catatan: nama penerjemah hanya dinyatakan dalam daftar pustaka] g. Pencantuman halaman sumber kutipan setelah tahun bersifat wajib jika isi teks yang dikutip jelas letak halamannya II. Aturan Penulisan Daftar Pustaka : a. Sumber kutipan yang dinyatakan dalam karya ilmiah harus ada dalam Daftar Pustaka, dan sebaliknya. b. literatur yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka hanya literatur yang menjadi rujukan dan dikutip dalam karya ilmiah. c. Daftar pustaka ditulis/diketik satu spasi, berurutan secara alfabetis tanpa nomor. d. Jika literatur ditulis oleh satu orang, nama penulis ditulis nama belakangnya lebih dulu, kemudian diikuti singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah, dilanjutkan penulisan tahun, judul dan identitas lain dari literatur/pustaka yang dirujuk. e. Jika penulis lebih dari dua orang, nama penulis pertama ditulis seperti aturan “d”, dilanjutkan penulisan nama penulis kedua dan seterusnya sebagai berikut: nama depan dan nama tengah (disingkat) dilanjutkan nama belakang. [Untuk penulis kedua dan seterusnya, penulisan nama depan/tengah (singkatan) dan nama belakang tidak perlu dibalik seperti penulis pertama]. f. Penulisan daftar pustaka tidak boleh menggunakan et al. sebagai pengganti nama penulis kedua dan seterusnya (berbeda dengan penulisan sumber kutipan seperti dijelaskan pada aturan 2.1 huruf e) g. Kata penghubung seorang/beberapa penulis dengan penulis terakhir menggunakan kata “dan” (tidak menggunakan simbol “&”; serta tidak menggunakan kata penghubung “and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). h. Cara penulisan setiap daftar pustaka berbeda-beda, bergantung pada jenis literatur/pustaka yang menjadi referensi. Untuk lebih jelasnya, lihat contoh. III. Cara Penulisan Sumber Kutipan a. Jika sumber kutipan ditulis di awal kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: Dermawan (2010) menyatakan bahwa......; jika disertai dengan halaman: Dermawan (2010: 180) menyatakan bahwa......; Menurut Dermawan (2010: 180) ......... 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: Dermawan dan Khanafi (2007: 240)………… 3. Satu sumberkutipan lebih dari dua penulis: Gunawan et al. (2010: 25)……. b. Sumber kutipan ditulis di akhir kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: ............. Dermawan (2010); jika disertai dengan halaman: .......... Dermawan (2010: 180). 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: ........ Dermawan dan Khanafi (2007: 240) 3. Satu sumber kutipan lebih dari dua penulis: …….. Gunawan et al. (2010: 25) c. Dua sumber kutipan dengan penulis yang sama: Thomson (2005, 2006); jika tahun publikasi sama: Roland (2006a, 2006b). d. Sumber kutipan berupa banyak pustaka dengan penulis yang berbeda-beda: (Yermack, 1997; Aboody dan Kasznik, 2000; Guan et al., 2000). e. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu lembaga atau badan tertentu: Badan Pusat Statistik (2006); Ikatan Akuntan Indonesia (2011); Financial Accounting Standard Board (1984). f. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu peraturan atau undangundang: Undang-Undang No. 12 Tahun 2012.......; Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2010......; Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45...... g. Kutipan berasal dari sumber kedua: Scott (2000) dalam Asyik (2009: 23).......; Arthur Levitt (lihat Riharjo, 2008: 21).....; Andayani (2002) seperti dikutip Herlina (2009: 16).... [Catatan: daftar pustaka hanya mencantumkan referensi yang merupakan sumber kedua]. IV. Cara Penulisan Daftar Pustaka : a. Buku Teks Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi buku, nama penerbit, kota penerbit. [Jika ada dua penulis atau lebih, lihat aturan penulisan daftar pustaka di atas huruf e). Contoh: Merna T. dan F. F. Al-Thani. 2008. Corporate Risk Management. 2nd ed. John Welly and Sons Ltd. England. b. Buku Terbitan Lembaga/Badan/Organisasi Aturan penulisan: nama lembaga/badan/organisasi, tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi/cetakan, nama penerbit, kota penerbit. Contoh: Badan Pusat Statistik. 2013. Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi. Januari. BPS Jawa Timur. Surabaya. c. Makalah Pidato Ilmiah dan semacamnya Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul, sifat/tujuan makalah (cetak miring), nama kegiatan, tanggal kegiatan, kota tempat kegiatan. Contoh: Raka, G. 2003. Menggarisbawahi Peran Idealisme, Karakter dan Komunitas dalam Transformasi Institusi. Makalah Orasi Ilmiah. Sidang Terbuka Senat Peringatan Dies Natalis ke-44 Institut Teknologi Bandung. 2 Maret. Bandung. d. Artikel dari Majalah atau Surat Kabar Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul artikel (cetak miring), nama majalah/surat kabar, tanggal, halaman, kota penerbit. Contoh: Mangunwijaya, Y.B. 1992. Pendidikan Manusia Merdeka. Harian Kompas. 11 Agustus. Halaman 15. Jakarta.

Make Money at : http://bit.ly/copy_win
Bagaimana Cara Penulisan Sumber Kutipan dan Daftar Pustaka ? Ada banyak cara dalam menulis sebuah kutipan dan daftar pustaka, tetapi di sini saya akan menjelaskan cara menuliskannya berdasarkan “Harvard - American Psychological Association Style( Hardvard – APA Style ). I. Aturan Penulisan Sumber Kutipan : a. Sumber kutipan dapat ditulis pada awal atau akhir kutipan b. Penempatan sumber kutipan (pada awal atau akhir kutipan) tidak boleh mengaburkan bagian yang dikutip c. Nama penulis suatu sumber kutipan hanya ditulis nama belakang, diikuti tahun dan halaman sumber kutipan, dilanjutkan dengan isi teks yang dikutip. (Pencantuman halaman setelah tahun dipisahkan oleh tanda titik dua) d. Jika penulis terdiri atas dua orang, kata penghubung penulis pertama dan kedua menggunakan ”dan” (tidak menggunakan simbol ”&”; serta tidak menggunakan kata penghubung ”and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). e. Jika penulis lebih dari dua orang, hanya nama belakang penulis pertama yang ditulis sebagai sumber kutipan, diikuti et al., kemudian tahun dan halaman sumber kutipan. (Catatan: et al. dalam bahasa Latin adalah singkatan dari et alia atau et alii, dalam bahasa Inggris berarti and others, dan dalam bahasa Indonesia berarti dan kawan-kawan). f. Jika sumber kutipan merupakan literatur terjemahan (buku, artikel, dll), maka yang disebut sebagai sumber adalah nama penulis asli (bukan penerjemah), diikuti tahun penerbitan literatur asli (bukan tahun penerbitan hasil terjemahan). [Catatan: nama penerjemah hanya dinyatakan dalam daftar pustaka] g. Pencantuman halaman sumber kutipan setelah tahun bersifat wajib jika isi teks yang dikutip jelas letak halamannya II. Aturan Penulisan Daftar Pustaka : a. Sumber kutipan yang dinyatakan dalam karya ilmiah harus ada dalam Daftar Pustaka, dan sebaliknya. b. literatur yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka hanya literatur yang menjadi rujukan dan dikutip dalam karya ilmiah. c. Daftar pustaka ditulis/diketik satu spasi, berurutan secara alfabetis tanpa nomor. d. Jika literatur ditulis oleh satu orang, nama penulis ditulis nama belakangnya lebih dulu, kemudian diikuti singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah, dilanjutkan penulisan tahun, judul dan identitas lain dari literatur/pustaka yang dirujuk. e. Jika penulis lebih dari dua orang, nama penulis pertama ditulis seperti aturan “d”, dilanjutkan penulisan nama penulis kedua dan seterusnya sebagai berikut: nama depan dan nama tengah (disingkat) dilanjutkan nama belakang. [Untuk penulis kedua dan seterusnya, penulisan nama depan/tengah (singkatan) dan nama belakang tidak perlu dibalik seperti penulis pertama]. f. Penulisan daftar pustaka tidak boleh menggunakan et al. sebagai pengganti nama penulis kedua dan seterusnya (berbeda dengan penulisan sumber kutipan seperti dijelaskan pada aturan 2.1 huruf e) g. Kata penghubung seorang/beberapa penulis dengan penulis terakhir menggunakan kata “dan” (tidak menggunakan simbol “&”; serta tidak menggunakan kata penghubung “and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). h. Cara penulisan setiap daftar pustaka berbeda-beda, bergantung pada jenis literatur/pustaka yang menjadi referensi. Untuk lebih jelasnya, lihat contoh. III. Cara Penulisan Sumber Kutipan a. Jika sumber kutipan ditulis di awal kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: Dermawan (2010) menyatakan bahwa......; jika disertai dengan halaman: Dermawan (2010: 180) menyatakan bahwa......; Menurut Dermawan (2010: 180) ......... 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: Dermawan dan Khanafi (2007: 240)………… 3. Satu sumberkutipan lebih dari dua penulis: Gunawan et al. (2010: 25)……. b. Sumber kutipan ditulis di akhir kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: ............. Dermawan (2010); jika disertai dengan halaman: .......... Dermawan (2010: 180). 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: ........ Dermawan dan Khanafi (2007: 240) 3. Satu sumber kutipan lebih dari dua penulis: …….. Gunawan et al. (2010: 25) c. Dua sumber kutipan dengan penulis yang sama: Thomson (2005, 2006); jika tahun publikasi sama: Roland (2006a, 2006b). d. Sumber kutipan berupa banyak pustaka dengan penulis yang berbeda-beda: (Yermack, 1997; Aboody dan Kasznik, 2000; Guan et al., 2000). e. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu lembaga atau badan tertentu: Badan Pusat Statistik (2006); Ikatan Akuntan Indonesia (2011); Financial Accounting Standard Board (1984). f. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu peraturan atau undangundang: Undang-Undang No. 12 Tahun 2012.......; Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2010......; Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45...... g. Kutipan berasal dari sumber kedua: Scott (2000) dalam Asyik (2009: 23).......; Arthur Levitt (lihat Riharjo, 2008: 21).....; Andayani (2002) seperti dikutip Herlina (2009: 16).... [Catatan: daftar pustaka hanya mencantumkan referensi yang merupakan sumber kedua]. IV. Cara Penulisan Daftar Pustaka : a. Buku Teks Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi buku, nama penerbit, kota penerbit. [Jika ada dua penulis atau lebih, lihat aturan penulisan daftar pustaka di atas huruf e). Contoh: Merna T. dan F. F. Al-Thani. 2008. Corporate Risk Management. 2nd ed. John Welly and Sons Ltd. England. b. Buku Terbitan Lembaga/Badan/Organisasi Aturan penulisan: nama lembaga/badan/organisasi, tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi/cetakan, nama penerbit, kota penerbit. Contoh: Badan Pusat Statistik. 2013. Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi. Januari. BPS Jawa Timur. Surabaya. c. Makalah Pidato Ilmiah dan semacamnya Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul, sifat/tujuan makalah (cetak miring), nama kegiatan, tanggal kegiatan, kota tempat kegiatan. Contoh: Raka, G. 2003. Menggarisbawahi Peran Idealisme, Karakter dan Komunitas dalam Transformasi Institusi. Makalah Orasi Ilmiah. Sidang Terbuka Senat Peringatan Dies Natalis ke-44 Institut Teknologi Bandung. 2 Maret. Bandung. d. Artikel dari Majalah atau Surat Kabar Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul artikel (cetak miring), nama majalah/surat kabar, tanggal, halaman, kota penerbit. Contoh: Mangunwijaya, Y.B. 1992. Pendidikan Manusia Merdeka. Harian Kompas. 11 Agustus. Halaman 15. Jakarta.

Make Money at : http://bit.ly/copy_win
Bagaimana Cara Penulisan Sumber Kutipan dan Daftar Pustaka ? Ada banyak cara dalam menulis sebuah kutipan dan daftar pustaka, tetapi di sini saya akan menjelaskan cara menuliskannya berdasarkan “Harvard - American Psychological Association Style( Hardvard – APA Style ). I. Aturan Penulisan Sumber Kutipan : a. Sumber kutipan dapat ditulis pada awal atau akhir kutipan b. Penempatan sumber kutipan (pada awal atau akhir kutipan) tidak boleh mengaburkan bagian yang dikutip c. Nama penulis suatu sumber kutipan hanya ditulis nama belakang, diikuti tahun dan halaman sumber kutipan, dilanjutkan dengan isi teks yang dikutip. (Pencantuman halaman setelah tahun dipisahkan oleh tanda titik dua) d. Jika penulis terdiri atas dua orang, kata penghubung penulis pertama dan kedua menggunakan ”dan” (tidak menggunakan simbol ”&”; serta tidak menggunakan kata penghubung ”and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). e. Jika penulis lebih dari dua orang, hanya nama belakang penulis pertama yang ditulis sebagai sumber kutipan, diikuti et al., kemudian tahun dan halaman sumber kutipan. (Catatan: et al. dalam bahasa Latin adalah singkatan dari et alia atau et alii, dalam bahasa Inggris berarti and others, dan dalam bahasa Indonesia berarti dan kawan-kawan). f. Jika sumber kutipan merupakan literatur terjemahan (buku, artikel, dll), maka yang disebut sebagai sumber adalah nama penulis asli (bukan penerjemah), diikuti tahun penerbitan literatur asli (bukan tahun penerbitan hasil terjemahan). [Catatan: nama penerjemah hanya dinyatakan dalam daftar pustaka] g. Pencantuman halaman sumber kutipan setelah tahun bersifat wajib jika isi teks yang dikutip jelas letak halamannya II. Aturan Penulisan Daftar Pustaka : a. Sumber kutipan yang dinyatakan dalam karya ilmiah harus ada dalam Daftar Pustaka, dan sebaliknya. b. literatur yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka hanya literatur yang menjadi rujukan dan dikutip dalam karya ilmiah. c. Daftar pustaka ditulis/diketik satu spasi, berurutan secara alfabetis tanpa nomor. d. Jika literatur ditulis oleh satu orang, nama penulis ditulis nama belakangnya lebih dulu, kemudian diikuti singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah, dilanjutkan penulisan tahun, judul dan identitas lain dari literatur/pustaka yang dirujuk. e. Jika penulis lebih dari dua orang, nama penulis pertama ditulis seperti aturan “d”, dilanjutkan penulisan nama penulis kedua dan seterusnya sebagai berikut: nama depan dan nama tengah (disingkat) dilanjutkan nama belakang. [Untuk penulis kedua dan seterusnya, penulisan nama depan/tengah (singkatan) dan nama belakang tidak perlu dibalik seperti penulis pertama]. f. Penulisan daftar pustaka tidak boleh menggunakan et al. sebagai pengganti nama penulis kedua dan seterusnya (berbeda dengan penulisan sumber kutipan seperti dijelaskan pada aturan 2.1 huruf e) g. Kata penghubung seorang/beberapa penulis dengan penulis terakhir menggunakan kata “dan” (tidak menggunakan simbol “&”; serta tidak menggunakan kata penghubung “and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). h. Cara penulisan setiap daftar pustaka berbeda-beda, bergantung pada jenis literatur/pustaka yang menjadi referensi. Untuk lebih jelasnya, lihat contoh. III. Cara Penulisan Sumber Kutipan a. Jika sumber kutipan ditulis di awal kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: Dermawan (2010) menyatakan bahwa......; jika disertai dengan halaman: Dermawan (2010: 180) menyatakan bahwa......; Menurut Dermawan (2010: 180) ......... 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: Dermawan dan Khanafi (2007: 240)………… 3. Satu sumberkutipan lebih dari dua penulis: Gunawan et al. (2010: 25)……. b. Sumber kutipan ditulis di akhir kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: ............. Dermawan (2010); jika disertai dengan halaman: .......... Dermawan (2010: 180). 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: ........ Dermawan dan Khanafi (2007: 240) 3. Satu sumber kutipan lebih dari dua penulis: …….. Gunawan et al. (2010: 25) c. Dua sumber kutipan dengan penulis yang sama: Thomson (2005, 2006); jika tahun publikasi sama: Roland (2006a, 2006b). d. Sumber kutipan berupa banyak pustaka dengan penulis yang berbeda-beda: (Yermack, 1997; Aboody dan Kasznik, 2000; Guan et al., 2000). e. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu lembaga atau badan tertentu: Badan Pusat Statistik (2006); Ikatan Akuntan Indonesia (2011); Financial Accounting Standard Board (1984). f. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu peraturan atau undangundang: Undang-Undang No. 12 Tahun 2012.......; Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2010......; Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45...... g. Kutipan berasal dari sumber kedua: Scott (2000) dalam Asyik (2009: 23).......; Arthur Levitt (lihat Riharjo, 2008: 21).....; Andayani (2002) seperti dikutip Herlina (2009: 16).... [Catatan: daftar pustaka hanya mencantumkan referensi yang merupakan sumber kedua]. IV. Cara Penulisan Daftar Pustaka : a. Buku Teks Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi buku, nama penerbit, kota penerbit. [Jika ada dua penulis atau lebih, lihat aturan penulisan daftar pustaka di atas huruf e). Contoh: Merna T. dan F. F. Al-Thani. 2008. Corporate Risk Management. 2nd ed. John Welly and Sons Ltd. England. b. Buku Terbitan Lembaga/Badan/Organisasi Aturan penulisan: nama lembaga/badan/organisasi, tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi/cetakan, nama penerbit, kota penerbit. Contoh: Badan Pusat Statistik. 2013. Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi. Januari. BPS Jawa Timur. Surabaya. c. Makalah Pidato Ilmiah dan semacamnya Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul, sifat/tujuan makalah (cetak miring), nama kegiatan, tanggal kegiatan, kota tempat kegiatan. Contoh: Raka, G. 2003. Menggarisbawahi Peran Idealisme, Karakter dan Komunitas dalam Transformasi Institusi. Makalah Orasi Ilmiah. Sidang Terbuka Senat Peringatan Dies Natalis ke-44 Institut Teknologi Bandung. 2 Maret. Bandung. d. Artikel dari Majalah atau Surat Kabar Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul artikel (cetak miring), nama majalah/surat kabar, tanggal, halaman, kota penerbit. Contoh: Mangunwijaya, Y.B. 1992. Pendidikan Manusia Merdeka. Harian Kompas. 11 Agustus. Halaman 15. Jakarta.

Make Money at : http://bit.ly/copy_win
Bagaimana Cara Penulisan Sumber Kutipan dan Daftar Pustaka ? Ada banyak cara dalam menulis sebuah kutipan dan daftar pustaka, tetapi di sini saya akan menjelaskan cara menuliskannya berdasarkan “Harvard - American Psychological Association Style( Hardvard – APA Style ). I. Aturan Penulisan Sumber Kutipan : a. Sumber kutipan dapat ditulis pada awal atau akhir kutipan b. Penempatan sumber kutipan (pada awal atau akhir kutipan) tidak boleh mengaburkan bagian yang dikutip c. Nama penulis suatu sumber kutipan hanya ditulis nama belakang, diikuti tahun dan halaman sumber kutipan, dilanjutkan dengan isi teks yang dikutip. (Pencantuman halaman setelah tahun dipisahkan oleh tanda titik dua) d. Jika penulis terdiri atas dua orang, kata penghubung penulis pertama dan kedua menggunakan ”dan” (tidak menggunakan simbol ”&”; serta tidak menggunakan kata penghubung ”and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). e. Jika penulis lebih dari dua orang, hanya nama belakang penulis pertama yang ditulis sebagai sumber kutipan, diikuti et al., kemudian tahun dan halaman sumber kutipan. (Catatan: et al. dalam bahasa Latin adalah singkatan dari et alia atau et alii, dalam bahasa Inggris berarti and others, dan dalam bahasa Indonesia berarti dan kawan-kawan). f. Jika sumber kutipan merupakan literatur terjemahan (buku, artikel, dll), maka yang disebut sebagai sumber adalah nama penulis asli (bukan penerjemah), diikuti tahun penerbitan literatur asli (bukan tahun penerbitan hasil terjemahan). [Catatan: nama penerjemah hanya dinyatakan dalam daftar pustaka] g. Pencantuman halaman sumber kutipan setelah tahun bersifat wajib jika isi teks yang dikutip jelas letak halamannya II. Aturan Penulisan Daftar Pustaka : a. Sumber kutipan yang dinyatakan dalam karya ilmiah harus ada dalam Daftar Pustaka, dan sebaliknya. b. literatur yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka hanya literatur yang menjadi rujukan dan dikutip dalam karya ilmiah. c. Daftar pustaka ditulis/diketik satu spasi, berurutan secara alfabetis tanpa nomor. d. Jika literatur ditulis oleh satu orang, nama penulis ditulis nama belakangnya lebih dulu, kemudian diikuti singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah, dilanjutkan penulisan tahun, judul dan identitas lain dari literatur/pustaka yang dirujuk. e. Jika penulis lebih dari dua orang, nama penulis pertama ditulis seperti aturan “d”, dilanjutkan penulisan nama penulis kedua dan seterusnya sebagai berikut: nama depan dan nama tengah (disingkat) dilanjutkan nama belakang. [Untuk penulis kedua dan seterusnya, penulisan nama depan/tengah (singkatan) dan nama belakang tidak perlu dibalik seperti penulis pertama]. f. Penulisan daftar pustaka tidak boleh menggunakan et al. sebagai pengganti nama penulis kedua dan seterusnya (berbeda dengan penulisan sumber kutipan seperti dijelaskan pada aturan 2.1 huruf e) g. Kata penghubung seorang/beberapa penulis dengan penulis terakhir menggunakan kata “dan” (tidak menggunakan simbol “&”; serta tidak menggunakan kata penghubung “and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). h. Cara penulisan setiap daftar pustaka berbeda-beda, bergantung pada jenis literatur/pustaka yang menjadi referensi. Untuk lebih jelasnya, lihat contoh. III. Cara Penulisan Sumber Kutipan a. Jika sumber kutipan ditulis di awal kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: Dermawan (2010) menyatakan bahwa......; jika disertai dengan halaman: Dermawan (2010: 180) menyatakan bahwa......; Menurut Dermawan (2010: 180) ......... 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: Dermawan dan Khanafi (2007: 240)………… 3. Satu sumberkutipan lebih dari dua penulis: Gunawan et al. (2010: 25)……. b. Sumber kutipan ditulis di akhir kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: ............. Dermawan (2010); jika disertai dengan halaman: .......... Dermawan (2010: 180). 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: ........ Dermawan dan Khanafi (2007: 240) 3. Satu sumber kutipan lebih dari dua penulis: …….. Gunawan et al. (2010: 25) c. Dua sumber kutipan dengan penulis yang sama: Thomson (2005, 2006); jika tahun publikasi sama: Roland (2006a, 2006b). d. Sumber kutipan berupa banyak pustaka dengan penulis yang berbeda-beda: (Yermack, 1997; Aboody dan Kasznik, 2000; Guan et al., 2000). e. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu lembaga atau badan tertentu: Badan Pusat Statistik (2006); Ikatan Akuntan Indonesia (2011); Financial Accounting Standard Board (1984). f. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu peraturan atau undangundang: Undang-Undang No. 12 Tahun 2012.......; Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2010......; Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45...... g. Kutipan berasal dari sumber kedua: Scott (2000) dalam Asyik (2009: 23).......; Arthur Levitt (lihat Riharjo, 2008: 21).....; Andayani (2002) seperti dikutip Herlina (2009: 16).... [Catatan: daftar pustaka hanya mencantumkan referensi yang merupakan sumber kedua]. IV. Cara Penulisan Daftar Pustaka : a. Buku Teks Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi buku, nama penerbit, kota penerbit. [Jika ada dua penulis atau lebih, lihat aturan penulisan daftar pustaka di atas huruf e). Contoh: Merna T. dan F. F. Al-Thani. 2008. Corporate Risk Management. 2nd ed. John Welly and Sons Ltd. England. b. Buku Terbitan Lembaga/Badan/Organisasi Aturan penulisan: nama lembaga/badan/organisasi, tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi/cetakan, nama penerbit, kota penerbit. Contoh: Badan Pusat Statistik. 2013. Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi. Januari. BPS Jawa Timur. Surabaya. c. Makalah Pidato Ilmiah dan semacamnya Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul, sifat/tujuan makalah (cetak miring), nama kegiatan, tanggal kegiatan, kota tempat kegiatan. Contoh: Raka, G. 2003. Menggarisbawahi Peran Idealisme, Karakter dan Komunitas dalam Transformasi Institusi. Makalah Orasi Ilmiah. Sidang Terbuka Senat Peringatan Dies Natalis ke-44 Institut Teknologi Bandung. 2 Maret. Bandung. d. Artikel dari Majalah atau Surat Kabar Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul artikel (cetak miring), nama majalah/surat kabar, tanggal, halaman, kota penerbit. Contoh: Mangunwijaya, Y.B. 1992. Pendidikan Manusia Merdeka. Harian Kompas. 11 Agustus. Halaman 15. Jakarta.

Make Money at : http://bit.ly/copy_win
Bagaimana Cara Penulisan Sumber Kutipan dan Daftar Pustaka ? Ada banyak cara dalam menulis sebuah kutipan dan daftar pustaka, tetapi di sini saya akan menjelaskan cara menuliskannya berdasarkan “Harvard - American Psychological Association Style( Hardvard – APA Style ). I. Aturan Penulisan Sumber Kutipan : a. Sumber kutipan dapat ditulis pada awal atau akhir kutipan b. Penempatan sumber kutipan (pada awal atau akhir kutipan) tidak boleh mengaburkan bagian yang dikutip c. Nama penulis suatu sumber kutipan hanya ditulis nama belakang, diikuti tahun dan halaman sumber kutipan, dilanjutkan dengan isi teks yang dikutip. (Pencantuman halaman setelah tahun dipisahkan oleh tanda titik dua) d. Jika penulis terdiri atas dua orang, kata penghubung penulis pertama dan kedua menggunakan ”dan” (tidak menggunakan simbol ”&”; serta tidak menggunakan kata penghubung ”and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). e. Jika penulis lebih dari dua orang, hanya nama belakang penulis pertama yang ditulis sebagai sumber kutipan, diikuti et al., kemudian tahun dan halaman sumber kutipan. (Catatan: et al. dalam bahasa Latin adalah singkatan dari et alia atau et alii, dalam bahasa Inggris berarti and others, dan dalam bahasa Indonesia berarti dan kawan-kawan). f. Jika sumber kutipan merupakan literatur terjemahan (buku, artikel, dll), maka yang disebut sebagai sumber adalah nama penulis asli (bukan penerjemah), diikuti tahun penerbitan literatur asli (bukan tahun penerbitan hasil terjemahan). [Catatan: nama penerjemah hanya dinyatakan dalam daftar pustaka] g. Pencantuman halaman sumber kutipan setelah tahun bersifat wajib jika isi teks yang dikutip jelas letak halamannya II. Aturan Penulisan Daftar Pustaka : a. Sumber kutipan yang dinyatakan dalam karya ilmiah harus ada dalam Daftar Pustaka, dan sebaliknya. b. literatur yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka hanya literatur yang menjadi rujukan dan dikutip dalam karya ilmiah. c. Daftar pustaka ditulis/diketik satu spasi, berurutan secara alfabetis tanpa nomor. d. Jika literatur ditulis oleh satu orang, nama penulis ditulis nama belakangnya lebih dulu, kemudian diikuti singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah, dilanjutkan penulisan tahun, judul dan identitas lain dari literatur/pustaka yang dirujuk. e. Jika penulis lebih dari dua orang, nama penulis pertama ditulis seperti aturan “d”, dilanjutkan penulisan nama penulis kedua dan seterusnya sebagai berikut: nama depan dan nama tengah (disingkat) dilanjutkan nama belakang. [Untuk penulis kedua dan seterusnya, penulisan nama depan/tengah (singkatan) dan nama belakang tidak perlu dibalik seperti penulis pertama]. f. Penulisan daftar pustaka tidak boleh menggunakan et al. sebagai pengganti nama penulis kedua dan seterusnya (berbeda dengan penulisan sumber kutipan seperti dijelaskan pada aturan 2.1 huruf e) g. Kata penghubung seorang/beberapa penulis dengan penulis terakhir menggunakan kata “dan” (tidak menggunakan simbol “&”; serta tidak menggunakan kata penghubung “and” walaupun literaturnya berbahasa Inggris, kecuali seluruh naskah ditulis menggunakan bahasa Inggris). h. Cara penulisan setiap daftar pustaka berbeda-beda, bergantung pada jenis literatur/pustaka yang menjadi referensi. Untuk lebih jelasnya, lihat contoh. III. Cara Penulisan Sumber Kutipan a. Jika sumber kutipan ditulis di awal kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: Dermawan (2010) menyatakan bahwa......; jika disertai dengan halaman: Dermawan (2010: 180) menyatakan bahwa......; Menurut Dermawan (2010: 180) ......... 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: Dermawan dan Khanafi (2007: 240)………… 3. Satu sumberkutipan lebih dari dua penulis: Gunawan et al. (2010: 25)……. b. Sumber kutipan ditulis di akhir kalimat atau awal teks: 1. Satu sumber kutipan dengan satu penulis: ............. Dermawan (2010); jika disertai dengan halaman: .......... Dermawan (2010: 180). 2. Satu sumber kutipan dengan dua penulis: ........ Dermawan dan Khanafi (2007: 240) 3. Satu sumber kutipan lebih dari dua penulis: …….. Gunawan et al. (2010: 25) c. Dua sumber kutipan dengan penulis yang sama: Thomson (2005, 2006); jika tahun publikasi sama: Roland (2006a, 2006b). d. Sumber kutipan berupa banyak pustaka dengan penulis yang berbeda-beda: (Yermack, 1997; Aboody dan Kasznik, 2000; Guan et al., 2000). e. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu lembaga atau badan tertentu: Badan Pusat Statistik (2006); Ikatan Akuntan Indonesia (2011); Financial Accounting Standard Board (1984). f. Sumber kutipan tidak menyebut nama penulis, tetapi menyebut suatu peraturan atau undangundang: Undang-Undang No. 12 Tahun 2012.......; Peraturan Pemerintah No. 60 Tahun 2010......; Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No. 45...... g. Kutipan berasal dari sumber kedua: Scott (2000) dalam Asyik (2009: 23).......; Arthur Levitt (lihat Riharjo, 2008: 21).....; Andayani (2002) seperti dikutip Herlina (2009: 16).... [Catatan: daftar pustaka hanya mencantumkan referensi yang merupakan sumber kedua]. IV. Cara Penulisan Daftar Pustaka : a. Buku Teks Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi buku, nama penerbit, kota penerbit. [Jika ada dua penulis atau lebih, lihat aturan penulisan daftar pustaka di atas huruf e). Contoh: Merna T. dan F. F. Al-Thani. 2008. Corporate Risk Management. 2nd ed. John Welly and Sons Ltd. England. b. Buku Terbitan Lembaga/Badan/Organisasi Aturan penulisan: nama lembaga/badan/organisasi, tahun penerbitan, judul buku (cetak miring), edisi/cetakan, nama penerbit, kota penerbit. Contoh: Badan Pusat Statistik. 2013. Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi. Januari. BPS Jawa Timur. Surabaya. c. Makalah Pidato Ilmiah dan semacamnya Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul, sifat/tujuan makalah (cetak miring), nama kegiatan, tanggal kegiatan, kota tempat kegiatan. Contoh: Raka, G. 2003. Menggarisbawahi Peran Idealisme, Karakter dan Komunitas dalam Transformasi Institusi. Makalah Orasi Ilmiah. Sidang Terbuka Senat Peringatan Dies Natalis ke-44 Institut Teknologi Bandung. 2 Maret. Bandung. d. Artikel dari Majalah atau Surat Kabar Aturan penulisan: nama belakang, singkatan (inisial) nama depan dan nama tengah (jika ada), tahun, judul artikel (cetak miring), nama majalah/surat kabar, tanggal, halaman, kota penerbit. Contoh: Mangunwijaya, Y.B. 1992. Pendidikan Manusia Merdeka. Harian Kompas. 11 Agustus. Halaman 15. Jakarta.

Make Money at : http://bit.ly/copy_win


 Ada banyak cara dalam menulis sebuah kutipan dan daftar pustaka,
tetapi di sini saya akan menjelaskan cara menuliskannya berdasarkan
“Harvard - American Psychological Association Style( Hardvard – APA
Style ).

I.   Aturan  Penulisan Sumber Kutipan :
a.   Sumber kutipan dapat ditulis pada awal atau akhir kutipan

b.  Penempatan  sumber  kutipan  (pada  awal  atau  akhir  kutipan) 
tidak  boleh  mengaburkan bagian yang dikutip

c.  Nama  penulis  suatu  sumber  kutipan  hanya  ditulis  nama 
belakang,  diikuti  tahun  dan halaman    sumber  kutipan,  dilanjutkan
 dengan  isi  teks  yang  dikutip.  (Pencantuman halaman setelah tahun
dipisahkan oleh tanda titik dua)

d.  Jika  penulis  terdiri  atas  dua  orang,  kata  penghubung  penulis
  pertama  dan  kedua menggunakan  ”dan”  (tidak  menggunakan  simbol 
”&”;  serta  tidak  menggunakan  kata penghubung  ”and”  walaupun 
literaturnya  berbahasa  Inggris,  kecuali  seluruh  naskah ditulis
menggunakan bahasa Inggris).

e.  Jika  penulis  lebih  dari  dua  orang,  hanya  nama  belakang 
penulis  pertama  yang  ditulis sebagai  sumber  kutipan,  diikuti  et 
al.,  kemudian  tahun  dan  halaman  sumber  kutipan. (Catatan:  et al.
 dalam bahasa Latin adalah singkatan dari  et alia  atau  et alii, 
dalam bahasa Inggris berarti and others, dan dalam bahasa Indonesia
berarti dan kawan-kawan).

f.  Jika  sumber  kutipan  merupakan  literatur  terjemahan  (buku, 
artikel,  dll),  maka  yang disebut  sebagai  sumber  adalah  nama 
penulis  asli  (bukan  penerjemah),  diikuti  tahun penerbitan 
literatur  asli  (bukan  tahun  penerbitan  hasil  terjemahan). 
[Catatan:  nama penerjemah hanya dinyatakan dalam daftar pustaka]

g.  Pencantuman  halaman  sumber  kutipan  setelah  tahun  bersifat 
wajib  jika  isi  teks  yang dikutip jelas letak halamannya


II.  Aturan Penulisan Daftar Pustaka :
a.  Sumber  kutipan  yang  dinyatakan  dalam  karya  ilmiah  harus  ada
 dalam  Daftar  Pustaka, dan sebaliknya.

b.  literatur yang dicantumkan dalam Daftar Pustaka hanya literatur yang
 menjadi rujukan dan dikutip dalam karya ilmiah.

c.   Daftar pustaka ditulis/diketik satu spasi, berurutan secara
alfabetis tanpa nomor.

d.  Jika literatur ditulis oleh satu orang, nama penulis ditulis nama
belakangnya lebih dulu, kemudian diikuti singkatan (inisial) nama depan
dan nama tengah, dilanjutkan penulisan tahun, judul dan identitas lain
dari literatur/pustaka yang dirujuk.

e.  Jika  penulis  lebih  dari  dua  orang,  nama  penulis  pertama 
ditulis  seperti  aturan  “d”, dilanjutkan  penulisan  nama  penulis 
kedua  dan seterusnya  sebagai  berikut:  nama depan dan  nama  tengah 
(disingkat)  dilanjutkan  nama  belakang.  [Untuk  penulis  kedua  dan
seterusnya,  penulisan  nama  depan/tengah  (singkatan)  dan  nama 
belakang  tidak  perlu dibalik seperti penulis pertama].

f.  Penulisan daftar pustaka tidak boleh menggunakan  et al. sebagai
pengganti nama penulis kedua dan seterusnya (berbeda dengan penulisan
sumber kutipan  seperti dijelaskan  pada aturan 2.1 huruf e)

g.  Kata penghubung seorang/beberapa  penulis dengan penulis  terakhir 
menggunakan kata “dan”  (tidak  menggunakan  simbol  “&”;  serta 
tidak  menggunakan  kata  penghubung “and”  walaupun  literaturnya 
berbahasa  Inggris,  kecuali  seluruh  naskah  ditulis menggunakan
bahasa Inggris).
h.  Cara  penulisan  setiap  daftar  pustaka  berbeda-beda,  bergantung
 pada  jenis  literatur/pustaka yang menjadi referensi. Untuk lebih
jelasnya, lihat contoh.

III.  Cara Penulisan Sumber Kutipan
a.  Jika sumber kutipan ditulis di awal kalimat atau awal teks:
1.   Satu  sumber  kutipan  dengan  satu  penulis:  Dermawan  (2010) 
menyatakan  bahwa......; jika  disertai dengan halaman: Dermawan (2010:
180) menyatakan bahwa......; Menurut Dermawan (2010: 180) .........
2.  Satu sumber kutipan dengan dua penulis: Dermawan dan Khanafi (2007:
240)…………
3.  Satu sumberkutipan lebih dari dua penulis: Gunawan et al. (2010:
25)…….

b.  Sumber kutipan ditulis di akhir kalimat atau awal teks:
1.  Satu sumber kutipan dengan satu penulis: ............. Dermawan
(2010); jika disertai dengan halaman: .......... Dermawan (2010: 180).
2.  Satu sumber kutipan dengan dua penulis: ........ Dermawan dan
Khanafi (2007: 240)
3.  Satu sumber kutipan lebih dari dua penulis: …….. Gunawan et al.
(2010: 25)

c.  Dua  sumber  kutipan  dengan  penulis  yang  sama: 
Thomson  (2005, 2006);  jika  tahun  publikasi  sama: Roland (2006a,
2006b).

d.  Sumber  kutipan  berupa  banyak  pustaka  dengan  penulis  yang 
berbeda-beda:
(Yermack,  1997;  Aboody dan Kasznik, 2000; Guan et al., 2000).

e.  Sumber  kutipan  tidak  menyebut  nama  penulis,  tetapi  menyebut 
suatu  lembaga  atau  badan tertentu:
Badan  Pusat  Statistik  (2006);  Ikatan  Akuntan  Indonesia  (2011); 
Financial  Accounting Standard Board (1984).

f.  Sumber  kutipan  tidak  menyebut  nama  penulis,  tetapi  menyebut 
suatu  peraturan  atau  undangundang:
Undang-Undang  No.  12  Tahun  2012.......;  Peraturan  Pemerintah  No.
 60 Tahun  2010......; Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.
45......

g.  Kutipan berasal dari sumber kedua:
Scott (2000) dalam Asyik (2009: 23).......; Arthur Levitt  (lihat
Riharjo, 2008: 21).....; Andayani (2002) seperti dikutip Herlina (2009:
16)....  [Catatan: daftar pustaka hanya mencantumkan referensi yang
merupakan sumber kedua].

IV.  Cara Penulisan Daftar Pustaka :
a.  Buku Teks
Aturan  penulisan:  nama  belakang,  singkatan  (inisial)  nama  depan 
dan  nama  tengah (jika  ada), tahun  penerbitan,  judul  buku  (cetak 
miring),  edisi  buku,  nama  penerbit, kota penerbit.  [Jika  ada dua
penulis atau lebih, lihat aturan penulisan daftar pustaka di atas huruf
e).
Contoh:
Merna  T. dan  F.  F.  Al-Thani. 2008.  Corporate  Risk Management.  2nd
 ed.  John  Welly and       Sons Ltd. England.

b.  Buku Terbitan Lembaga/Badan/Organisasi
Aturan penulisan: nama  lembaga/badan/organisasi, tahun penerbitan, 
judul  buku  (cetak miring), edisi/cetakan, nama penerbit, kota
penerbit.
Contoh:
Badan  Pusat  Statistik.  2013.  Laporan  Bulanan  Data  Sosial 
Ekonomi.  Januari.  BPS  Jawa            Timur. Surabaya.

c.  Makalah Pidato Ilmiah dan semacamnya
Aturan  penulisan:  nama  belakang,  singkatan  (inisial)  nama  depan 
dan  nama  tengah (jika  ada), tahun,  judul,  sifat/tujuan  makalah 
(cetak  miring),  nama  kegiatan,  tanggal kegiatan,  kota  tempat
kegiatan.
Contoh:
Raka,  G. 2003. Menggarisbawahi  Peran  Idealisme, Karakter  dan 
Komunitas  dalam       Transformasi Institusi.  Makalah  Orasi  Ilmiah.
 Sidang Terbuka  Senat  Peringatan Dies      Natalis ke-44 Institut
Teknologi Bandung. 2 Maret. Bandung.

d.  Artikel dari Majalah atau Surat Kabar
Aturan  penulisan:  nama  belakang,  singkatan  (inisial)  nama  depan 
dan  nama  tengah (jika  ada), tahun, judul artikel (cetak miring), nama
 majalah/surat kabar, tanggal, halaman, kota penerbit.
 Contoh:
Mangunwijaya, Y.B. 1992. Pendidikan Manusia Merdeka. Harian Kompas.  11
Agustus.   Halaman 15. Jakarta.




Sumber : http://muhammadputraaa.blogspot.com/2014/03/bagaimana-cara-penulisan-sumber-kutipan.html

Senin, 10 November 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Resensi Buku Matematika Diskrit dan Aplikasi pada Ilmu Komputer


Buku ini cocok dipakai oleh mahasiswa yang mendalami komputer (teknik Informatika, Teknik Komputer, Manajemen Informatika, Ilmu Komputer, dll) sebagai pendukung kuliah dan latihan soal. Juga cocok untuk dosen pengajar kelompok mata kuliah Matematika Diskrit sebagai buku acuan berbahasa Indonesia yang mudah dipahami.Apa keunggulan menggunakan buku ini? Buku ini disusun sepraktis mungkin dengan tidak meninggalkan dasar teori yang diperlukan. Bahasa yang digunakan cukup sederhana dan mudah dipahami. Agar lebih jelas di akhir bab dijelaskan tentang aplikasi langsungnya pada ilmu komputer.Cakupan materi pada buku ini cukup luas, mencakup materi beberapa mata kuliah kelompok Matematika Diskrit seperti: Logika, Matematika Diskrit, Teori Graf, Kombinatorika, Aljabar, dll. Buku ini memiliki daftar isi yang sangat jelas, sehingga pembaca sangat mudah jika ingin langsung melompat ke halaman yang ingin pembaca baca.Untuk menguasai Matematika Diskrit, perlu banyak mengerjakan latihan soal. Buku ini memuat lebih dari 230 contoh soal yang disertai pembahasan secara rinci, dan lebih dari 170 soal latihan, sehingga sangat membantu penguasaan materinya.Pokok bahasan buku ini:
  • Logika
  • Logika Kuantor
  • Himpunan
  • Relasi
  • Fungsi
  • Metode Pembuktian
  • Induksi Matematika
  • Kombinatorika
  • Teori Graf
  • Aljabar Boole   
  • Analisa Algoritma
  • Relasi Rekurensi dan Struktur Aljabar
Akan tetapi di dalam buku ini masih terdapat kesalahan  pengetikan contohnya seperti pada halaman 233 di akhir tulisan. Buku ini juga sangat tebal yaitu terdapat 524 halaman + 9 halaman daftar isi dan daftar pustaka.

Minggu, 09 November 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

KETERAMPILAN MENULIS


  • Pengertian Keterampilan Menulis
       Keterampilan menulis merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa
 yang harus dikuasai siswa. Banyak ahli telah mengemukakan pengertian
 menulis. Menurut pendapat Saleh Abbas (2006:125), keterampilan menulis
 adalah kemampuan mengungkapkan gagasan, pendapat, dan perasaan kepada
 pihak lain dengan melalui bahasa tulis. Ketepatan pengungkapan gagasan
 harus didukung dengan ketepatan bahasa yang digunakan, kosakata dan
 gramatikal dan penggunaan ejaan. Menurut Ahmad Rofi’uddin dan Darmiyati
 Zuhdi (1999: 159), keterampilan menulis merupakan suatu keterampilan
 menuangkan pikiran, gagasan, pendapat tentang sesuatu, tanggapan terhadap
 suatu pernyataan keinginan, atau pengungkapan perasaan dengan
 menggunakan bahas tulis.

  • Menurut Henry Guntur Tarigan (2008: 3), keterampilan menulis adalah
 Salah satu keterampilan berbahasa yang produktif dan ekspresif yang
 dipergunakan untuk berkomunikasi secara tidak langsung dan tidak secara
 tatap muka dengan pihak lain. Sedangkan menurut Byrne (Haryadi dan
 Zamzani, 1996: 77), keterampilan menulis karangan atau mengarang adalah
 menuangkan buah pikiran ke dalam bahasa tulis melalui kalimat yang
 dirangkai secara utuh dan jelas sehingga dapat dikomunikasikan kepada
 pembaca dengan berhasil.
  • Menurut pendapat Burhan Nurgiyantoro (2001: 273), menulis adalah
 Aktivitas mengungkapkan gagasan melalui media bahasa. Menulis merupakan
 kegiatan produktif dan ekspresif sehingga penulis harus memiliki kemampuan
 dalam menggunakan kosakata, tata tulis,dan struktur bahasa.
 Atar Semi (1993: 47), mengartikan keterampilan menulis sebagai
 tindakan memindahkan pikiran dan perasaan ke dalam bahasa tulis dengan
 menggunakan lambang-lambang. Senada dengan pendapat tersebut, menurut
 Harris (Ahmad Rofi’uddin dan Darmiyati Zuhdi, 1999: 276) keterampilan
 menulis diartikan sebagai kemampuan menggunakan bahasa untuk
 menyatakan ide, pikiran atau perasaan kepada orang lain dengan menggunaan
 bahasa tulis. Menulis merupakan aktivitas pengekpresian ide, gagasan,
 pikiran atau perasaan ke dalam lambang-lambang kebahasaan. Sedangkan
 menurut Suparno dan Mohammad Yunus (2008: 1.3), menulis merupakan
 kegiatan menyampaikan pesan (komunikasi) dengan mengunakan bahasa
 tulis sebagai media atau alatnya. Dalam komunikasi tulis setidaknya terdapat
 empat unsur yang terlibat yaitu (1) penulis sebagai penyampai pesan, (2) isi
 tulisan atau pesan, (3) saluran atau medianya berupa tulisan dan (4) pembaca
 sebagai penerima pesan.
 Menurut The Liang Gie (2002:3 ), keterampilan menulis adalah
 keterampilan dalam pembuatan huruf, angka, nama, suatu tanda bahasa
 apapun dengan suatu alat tulis pada suatu halaman tertentu. Sedangkan
 mengarang adalah segenap rangkaian kegiatan seseorang dalam
 mengungkapkan gagasan dan menyampaikannya melalui bahasa tulis kepada
 masyarakat pembaca untuk dipahami.
 Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat dikemukakan bahwa
 keterampilan menulis adalah keterampilan menuangkan ide, gagasan,
 perasaan dalam bentuk bahasa tulis sehingga orang lain yang membaca dapat
 memahami isi tulisan tersebut dengan baik.


  • Tujuan Menulis
 Setiap penulis harus mempunyai tujuan yang jelas dari tulisan yang akan
 ditulisnya. Menurut Suriamiharja (1997: 10), tujuan dari menulis adalah agar
 tulisan yang dibuat dapat dibaca dan dipahami dengan benar oleh orang lain
 yang mempunyai kesamaan pengertian terhadap bahasa yang dipergunakan.
 Sedangkan menurut Suparno dan Mohamad Yunus (2008: 3.7), tujuan yang
 ingin dicapai seorang penulis bermacam-macam sebagai berikut.
  a. Menjadikan pembaca ikut berpikir dan bernalar.
  b. Membuat pembaca tahu tentang hal yang diberitakan.
  c. Menjadikan pembaca beropini.
  d. Menjadikan pembaca mengerti.
  e. Membuat pembaca terpersuasi oleh isi karangan.
  f. Membuat pembaca senang dengan menghayati nilai-nilai yang
 dikemukakan seperti nilai kebenaran, nilai agama, nilai pendidikan, nilai
 sosial, nilai moral, nilai kemanusiaan dan nilai estetika.

    Berdasarkan beberapa pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa
 tujuan menulis adalah agar pembaca mengetahui, mengerti dan memahami
 nilai-nilai dalam sebuah tulisan sehingga pembaca ikut berpikir, berpendapat
 atau melakukan sesuatu yang berhubungan dengan isi tulisan.


Senin, 03 November 2014

0 Comments
Posted in Arrangement, Art, Business

Keterampilan Membaca


1.  Pengertian Membaca
Tampubulon (1993) menjelaskan bahwa pada hakikatnya membaca adalah kegiatan fisik dan mental untuk menemukan makna dari tulisan, walaupun dalam kegiatan itu terjadi proses pengenalan huruf – huruf. Sedangkan menurutPoerwodarminto (1976) membaca yaitu melihat sambil melisankan suatu tulisan dengan tujuan ingin mengetahui isinya. Menurut Tarigan, membaca adalah pemerolehan pesan yang disampaikan oleh penulis melalui tulisan (1983).
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pengertian  membaca adalah proses pengucapan tulisan untukmendapatkan isi yang terkandung di dalamnya. Proses pengucapan tulisan dapat dilakukan secara sempurna maupun tidak sempurna.

2.  Tingkat Keterampilan Membaca
Dilihat dari tingkat pembacaan seseorang, tingkat keterampilan membaca dapat dibedakan menjadi :
·         Tingkat keterampilan membaca yang bersifat mekanik (mechanical skills).
Keterampilan ini meliputi aspek :
a.       Pengenalan bentuk huruf.
b.      Pengenalan unsur – unsur linguistik (fonem/grafem, kata frase, pola klausa, kalimat, dan lain – lain).
c.       Pengenalan korespondensi antara bentuk huruf dan bunyi.
·         Tingkat keterampilan membaca yang bersifat pemahaman (comprehension skills).
Keterampilan ini meliputi :
a.       Memahami pengertian sederhana (leksikal, gramatikal. retorika).
b.      Memahami signifikasi atau makna (antara lain maksud dan tujuan pengarang, relevansi/keadaan kebudayaan, reaksi pembaca).
c.       Evaluasi, isi, dan bentuk.

3.    Jenis – jenis Membaca
Berikut ini adalah jenis – jenis membaca, yaitu :
1.    Membaca permulaan        membaca teknik(kelas rendah)
2.    Membaca lanjut        membaca dalam hati(kelas tinggi)
Membaca permulaan adalah membaca dengan tujuan mampu melafalkan huruf dengan benar (tujuan utama) sedangkan memperoleh informasi merupakan tujuan kedua.
Membaca permulaan di berikan pada kelas I dan II SD, sedangkan membaca teknik diberikan pada kelas III sampai kelas VI SD.
Sasaran membaca permulaan:
1.    Siswa dapat melafalkan huruf – huruf yang terbentuk dalam susunan kata, frasa, atau kalimat dengan lancar.
2.    Siswa dapat menggunakan tanda baca secara benar dalam membaca.
3.    Siswa dapat membaca dengan kecepatan yang konstan, dapat berkonsentrasi, memiliki volume suara yang ajeg.
4.    Siswa dapat memahami isinya.
5.    Menguasai tanda baca.
Membaca lanjut adalah ketrampilan membaca yang baru dapat di lakukan bila si pembaca telah dapat membaca teknik atau membaca permulaan sebab membaca teknik menjadi dasar membaca lanjut.
Sasaran membaca lanjut:
1.    Pembaca memahami isi bacaan.
2.    Pembaca dapat membaca cepat dengan kecepatan tinggi.
3.    Pembaca dapat membaca tanpa suara, tanpa menggerakkan bibir, tanpa alat bantu jari atau pensil, tanpa mengeja dalam hati.
► Pengajaran membaca lanjut / membaca dalam hati di SD meliputi:
a.       Membaca dalam hati
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membaca dalam hati:
1.      Bacaan dilaksanakan tanpa komat-kamit.
2.      Bacaan dilaksanakan tanpa menggerakkan kapala.
3.      Jangan memikirkan bacaan terlalu lama.
4.      Pemahaman isi bacaan dilakukan dalam hati
5.      Pembaca berkonsentrasi penuh.
b.      Membaca bahasa
Tujuan membaca bahasa adalah agar para siswa semakin bertambah pengetahuannya tenyang seluk-beluk bahasa Indonesia. Tujuan tersebut dapat diperinci menjadi :
1.      Bertambah wawasan tentang bahasa Indonesia.
2.      Pengetahuan yang menyangkut kata bentukan (morfologi).
3.      Pengetahuan yang menyangkut kalimat bahasa Indonesia.
4.      Pengetahuan yang menyangkut tata tulis bahasa Indonesia.
5.      Dapat menganalisis bahasa Indonesia.

c.       Membaca pustaka
Membaca pustaka adalah kegiatan membaca yang dilakukan dengan maksud untuk memperkaya siswa tentang pengetahuan yang berkaitan dengan materi-materi pelajaran disekolah.
d.      Membaca cepat
Tujuannya adalah agar siswa dalam waktu relatif singkat dapat membaca secara lancar dan dapat memahami isinya secara cepat dan cermat.
Hal – hal yang memnghambat kegiatan membaca cepat antara lain :
1.      Membaca dengan vokalisasi.
2.      Membaca semi vokalisasi.
3.      Membaca dengan menggunakan alat.
4.      Membaca dengan mulut yang bergerak.
5.      Membaca dengan menggerakkan kepala.
6.      Membaca kata demi kata.
7.      Membaca regresif.
e.       Membaca indah
Membaca indah atau membaca estetika sering pula disebut membaca emosional. Tujuan membaca indah adalah memperoleh nilai-nilai estetika lewat nada, irama, intonasi, dan gerak-garik mimik, serta gerakan badan. Bahan membaca indah adalah karya satra, dapat berupa puisi, prosa dan drama.
► Perbedaan membaca permulaan / teknik dengan membaca lanjut:
Membaca Permulaan
Membaca Lanjut
Diberikan di kelas I dan II SD berupa ketrampilan melafalkan huruf.
Diberikan di kelas III ke atas setelah anak didik memiliki kemampuan membaca permulaan.
Organ kita yang aktif adalah mata, mulut, telinga, dan otak.
Organ yang aktif adalah mata dan otak.
Membaca permulaan dapat dilakukan untuk kepentingan orang lain yang menyimak
Membaca lanjut hanya untuk kepentingan sendiri.

4.    Daya Baca
Daya baca adalah kemampuan seseorang  untuk bisa membaca apa yang tersirat dan tersurat. Membaca bukan hanya membaca aksara tetapi mampu memaknai dan mengerti setiap kata itu dengan baik. Sehingga kata itu tidak lagi dipandang lewat satu sisi pandang tertentu saja mengingat kata sifatnya sangatlah ambigu. Diperlukan sekali pola pikir dan cara pandang yang objektif dan kejiwaan yang sehat untuk bisa memiliki daya baca yang memadai.
    - Teknik Membaca
Dalam melakukan kegiatan membaca, kita perlu mengetahui berbagai teknik membaca agar dapat membaca secara efisien. Efisiensi membaca akan lebih baik, jika informasi yang dibutuhkan sudah dapat ditentukan lebih dahulu.Ada beberapa teknik membaca untuk dapat menemukan informasi fokus dengan efisien, di antaranya: (Tampubolon dalam Farida Rahim, 2005)
  1. baca-pilih (selecting)
  2. baca-lompat (skipping)
  3. baca-layap (skimming)
  4. baca-tatap (scanning)
Membaca-layap (skimming) adalah membaca dengan cepat untuk mengetahui isi umum atau bagian suatu bacaan. (Farida Rahim, 2005).
 Membaca layap dibutuhkan untuk mengetahui sudut pandang penulis tentang sesuatu, menemukan pola organisasi paragraf, dan menemukan gagasan umum dengan cepat (Mikulecky & Jeffries dalam Farida Rahim, 2005).
Membaca tatap (scanning) atau disebut juga membaca memindai adalah membaca sangat cepat. Ketika seseorang membaca memindai, dia akan melampaui banyak kata. Menurut Mikulecky & Jeffries (dalam Farida Rahim, 2005), membaca memindai penting untuk meningkatkan kemampuan membaca. Teknik membaca ini berguna untuk mencari beberapa informasi secepat mungkin. Biasanya kita membaca kata per kata dari setiap kalimat yang dibacanya. Dengan berlatih teknik membaca memindai, seseorang bisa belajar membaca untuk memahami teks bacaan dengan cara yang lebih cepat. Tapi, membaca dengan cara memindai ini tidak asal digunakan. Jika untuk keperluan untuk membaca buku teks, puisi, surat penting dari ahli hukum, dan sebagainya, perlu lebih detil membacanya. Membaca memindai umumnya digunakan untuk daftar isi buku atau majalah, indeks dalam buku teks, iklan dalam surat kabar, dan kamus.
Baca-pilih (selecting) dilakukan dengan cara memilih bahan/bagian bacaan yang dianggap relevan dengan kebutuhan pembacanya.
Baca-lompat (skipping) dipakai untuk menemukan bagian bacaan relevan dengan kebutuhan pembacanya, dilakukan dengan cara melompati bagian-bagian yang tidak diperlukan.

5.     Upaya Meningkatkan Minat Baca Pada Siswa
Beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk menumbuhkan minat baca anak antara lain dilakukan dengan cara :
1. Proses pembelajaran di sekolah harus dapat mengarahkan kepada peserta didik untuk rajin membaca buku dengan memanfaatkan literatur yang ada di perpustakaan atau sumber belajar lainnya. Disinilah peran guru sebagai pendidik dan pengajar memberikan motivasi melalui pembelajaran mata pelajaran yang relevan memberi tugas kepada peserta didik sebagaimana contoh berikut ini. Dua minggu lamanya siswa-siswa kelas I di salah satu SMA di Bandung diberi waktu untuk mengerjakan tugas membuat karya tulis berupa autobiografi oleh guru mata pelajaran sejarah. Kurun waktu penulisan autobiografi dibatasi mulai SD kelas enam (VI) sampai SMA kelas satu (X). Siswa diminta menulis riwayat hidupnya dalam keluarga, sekolah dan masyarakat. Tulisannya mencakup kesenangan, kenangan, prestasi, dan aktivitas lainnya yang dirasakan sangat penting dalam perjalanan hidupnya. Pada kesempatan lain, siswa-siswa tersebut yang saat ini duduk di kelas dua (XI) mendapat tugas untuk mengunjungi pameran "Makna di Balik Peristiwa Sejarah Perjuangan Bangsa" di Museum Sri Baduga. Setelah itu siswa ditugaskan membuat laporan (analisis).
Kedua macam tugas di atas adalah contoh model pembelajaran dari mata pelajaran sejarah versi Kurikulum 2004, yang disebut juga Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK). Bentuk tugas pertama merupakan penerapan dari materi pokok "Dasar-dasar penelitian sejarah".Siswa diharapkan mendapat pengalaman belajar menerapkan langkah-langkah penelitian sejarah sederhana (heuristik, verifikasi/kritik, interpretasi, dan historiografi), dan kecakapan akademik berupa kecakapan mengumpulkan/menggali informasi, mengkaji/mengolah informasi, dan menghubungkan variabel-variabel komunikasi tertulis. Tugas kedua merupakan penerapan dari materi pokok "Proses muncul dan berkembangnya pergerakan nasional Indonesia" dan "Keragaman ideologi serta dampaknya terhadap pergerakan kebangsaan Indonesia". Siswa diharapkan dapat menganalisis ideologi-ideologi yang berkembang pada masa pergerakan nasional dan pengaruhnya terhadap strategi organisasi pergerakan kebangsaan Indonesia. Sedangkan kecapakan hidup yang diharapkan dari siswa adalah muncul kesadaran akan eksistensi diri, potensi diri, kecakapan menghubungkan variabel dan merumuskan hipotesis.


2. Menekan harga buku bacaan maupun buku pelajaran agar terjangkau oleh daya beli masyarakat. Minat membeli buku masyarakat rendah, karena harga buku-buku saat ini relatif cukup mahal. Dengan demikian apabila harga buku dapat terjangkau, maka minat membeli buku bacaan oleh masyarakat akan menjadi tinggi. Dengan banyak memiliki buku, maka minat membaca buku akan menjadi meningkatkan secara bertahap.

3. Buku bacaan dikemas dengan gambar-gambar yang menarik. Bahkan seorang penulis Henny Supolo Sitepu mengemukakan bahwa komik adalah salah satu bentuk bacaan yang bisa menjadi salah satu “pintu masuk” untuk kesenangan anak membaca. Pesan yang disampaikan mudah dicerna anak. Komik, semisal Tintin, dari gambar tokohnya sudah bisa “berbicara” dan bikin tertawa. Bahkan anak yang belum bisa baca-tulis pun akan menangkap ceriteranya.

4. Menciptakan lingkungan yang kondusif bagi tumbuhnya minat baca anak-anak. Baik di rumah maupun di sekolah. Di sekolah, guru memberikan tugas kepada siswa untuk menceriterakan kembali buku yang telah dibaca, mengadakan lomba meresensi buku, bedah buku, pameran buku bekerjasama dengan penerbit dan masyarakat pecinta buku. Di rumah oranglah yang harus dapat menciptakan kondisi lingkungan agar anak gemar membaca. Para orang tua hendaknya menyediakan bacaan di rumah, seperti majalah, koran, kamus, buku ilmu pengetahuan, dan sebagainya.

5. Menumbuhkan minat baca sejak dini. Bahkan sejak anak mengenal huruf. Glenn Doman dalam bukunya “Mengajar Bayi Anda Membaca” menyebutkan bahwa anak usia 18 bulan hingga empat tahun memiliki “rasa ingin tahu” yang amat besar. Keingintahuan tersebut tidak hanya muncul ketika melihat simbol yang tertera dalam buku.

6. Meningkatkan frekuensi pameran buku di setiap kota/kabupaten dengan meli-batkan penerbit, LSM, perpustakaan, masyarakat pecinta buku, Depdiknas, dan sekolah-sekolah.
Dengan mewajibkan siswa untuk berkunjung pada pameran buku tersebut.

7. Di rumah orang tua memberikan contoh membaca untuk anak-anaknya. Ada beberapa tips yang dapat dilakukan oleh orang tua agar orang tua dapat menjadi teladan bagi anak-anaknya sebagaimana diuraikan berikut ini.



sumber:http://putrybulan17.blogspot.com/2013/04/keterampilan-membaca.html

    Blogger news

    Blogroll